New Tracks
Jelang Album Debut, WARFOR Panaskan Mesin Lewat “Bajingan Paruh Waktu”
WARFOR kembali menunjukkan kekuatannya di kancah metalcore tanah air lewat perilisan single terbaru berjudul “Bajingan Paruh Waktu”. Ini menjadi single ketiga setelah “Angkara Murka” yang rilis pada Agustus 2023 dan “Assassin’nation” yang meluncur pada Mei 2024. Di karya terbaru ini, unit musik asal Malang tersebut menggandeng Jemba, vokalis hardcore dari band Limbo (Kota Batu), untuk memperkuat karakter vokal dan intensitas lagu.
“Bajingan Paruh Waktu” ditulis sebagai kritik sosial terhadap figur-figur yang memegang kuasa tapi tidak jujur. Mereka yang berlindung di balik nama rakyat, tetapi justru menjadi sumber masalah. Sikap itu diterjemahkan WARFOR melalui musik yang keras dan tanpa kompromi.
Kolaborasi gaya hardcore dan metalcore terdengar menonjol dari detik pertama. Drum yang bergerak cepat, riff gitar yang intens, hingga perpaduan teriakan dan clean vocal yang lantang membuat lagu ini terasa seperti pelampiasan amarah yang diarahkan tepat sasaran.
Lagu ini direkam dan diproduksi secara mandiri oleh bassis WARFOR, Indra Widjaya, di studio rumahnya. Pendekatan DIY tersebut memberi ruang bagi band untuk menjaga ketajaman suara dan pesan yang ingin disampaikan. Hasilnya adalah trek yang padat, agresif, tapi tetap terstruktur dengan baik.
Sebagai langkah untuk memperkuat kehadiran single ini, WARFOR merilis video lirik “Bajingan Paruh Waktu” pada 28 November 2025 melalui kanal YouTube mereka. Untuk penggarapannya, mereka bekerja sama dengan Kevin Euaggelion, vokalis metalcore dari band Utkarsa, yang bertindak sebagai director.
Visual lirik tersebut menonjolkan atmosfer gelap yang selaras dengan tema lagunya, menghadirkan representasi visual yang mempertegas kritik dan ledakan emosional di balik materi musiknya.
Secara garis besar, “Bajingan Paruh Waktu” menjadi bab penting dalam rangkaian rilisan WARFOR menuju album perdana yang dijadwalkan rilis pada 2026. Single ini menjadi gambaran jelas arah musikal dan sikap band yang ingin mereka tonjolkan: konfrontatif, lugas, dan dibangun dari pondasi distorsi serta amarah yang terkontrol.
WARFOR merupakan band metalcore dari Malang dengan pengaruh kuat hardcore dan thrash metal. Beranggotakan Duta (vokal), Indra Widjaya (bass/vokal), Gilang Domisilafa (gitar), Djasmen (gitar), dan Setiya (drum), mereka terbentuk pada 2010 dengan nama WAIT FOR MY REVENGE! sebelum akhirnya kembali dengan nama dan formasi baru sejak 2023.
Tema besar yang mereka angkat banyak berputar pada distopia, anti-kemapanan, kritik sosial, dan perlawanan terhadap tirani. Secara musikal, mereka mengandalkan drum cepat, riff intens, breakdown berat, teriakan visceral, serta vokal clean yang tetap bertenaga.
Dengan single terbaru ini, WARFOR berharap bisa menjadi medium penyuaraan bagi pendengar yang mencari musik keras dengan isi dan sikap yang jelas, sekaligus membuka pintu bagi semakin banyak penikmat metalcore di Indonesia.

