Music News

Lamb of God Bawa Intensitas Baru Lewat Video “St. Catherine’s Wheel”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Lamb Of God single St. Catherine’s Wheel
Lamb Of God (credit: Travis Shinn)

Unit metal asal Richmond, Virginia, Lamb of God, merilis video musik terbaru untuk lagu “St. Catherine’s Wheel”. Video ini disutradarai oleh Meriel O’Connell dan hadir bertepatan dengan persiapan band tersebut membawa materi terbaru mereka ke panggung tur Amerika Utara.

“St. Catherine’s Wheel” merupakan bagian dari album studio kesepuluh mereka, ‘Into Oblivion’, yang dirilis pada 13 Maret melalui Epic Records di Amerika Serikat dan Century Media Records untuk wilayah Eropa. Video musik ini tampil dengan pendekatan visual yang intens, selaras dengan karakter lagu yang menekan dan atmosfer yang dibangun dalam album tersebut.

Dalam wawancara terpisah, vokalis Randy Blythe menjelaskan bahwa lagu ini membawa pesan yang berkaitan dengan solidaritas dan pentingnya kebersamaan. Ia menyoroti baris penutup lagu yang berbunyi “these savage days can’t break us”, dengan penekanan pada kata “us” sebagai representasi kolektif. Bagi Blythe, gagasan tentang komunitas akan memiliki peran yang semakin penting dalam beberapa tahun ke depan, terutama di tengah kondisi sosial yang terus berubah.

Perilisan video ini juga memperpanjang rangkaian promosi album “Into Oblivion”, yang sejak awal mendapat respons luas dari berbagai media. Album tersebut dipuji karena intensitasnya yang konsisten serta relevansi tematik yang diangkat. Sejumlah publikasi menyoroti bagaimana Lamb of God tetap mempertahankan posisi mereka sebagai salah satu nama penting dalam gelombang New Wave of American Heavy Metal, tanpa kehilangan daya eksplorasi dalam materi terbaru.

Lamb Of God

Sebelumnya, band ini telah lebih dulu memperkenalkan lagu utama “Into Oblivion” lengkap dengan video musik yang digarap oleh Tom Flynn dan Mike Watts. Menjelang pengumuman album, mereka juga merilis dua single, yakni “Sepsis” yang terinspirasi dari skena bawah tanah Richmond era awal 1990-an, serta “Parasocial Christ” yang membawa pendekatan agresif dalam durasi singkat.

Dari sisi produksi, “Into Oblivion” dikerjakan bersama kolaborator lama Josh Wilbur. Proses rekaman berlangsung di beberapa lokasi yang memiliki kedekatan historis dengan perjalanan band. Bagian drum direkam di Richmond, sementara gitar dan bass dikerjakan di studio pribadi milik gitaris Mark Morton. Untuk vokal, Blythe memilih Total Access Recording Studio di Redondo Beach, sebuah studio legendaris yang dikenal sebagai tempat lahirnya sejumlah rekaman penting dalam sejarah punk.

Kehadiran video “St. Catherine’s Wheel” sekaligus memperkuat fase baru Lamb of God setelah perayaan 25 tahun perjalanan mereka pada 2025. Tahun tersebut diisi dengan berbagai penampilan penting, termasuk membawakan ulang lagu “Children of the Grave” milik Black Sabbath, serta tampil di sejumlah festival besar.

Dengan tur Amerika Utara yang akan segera dimulai pada Maret ini, Lamb of God bersiap membawa materi “Into Oblivion” ke audiens yang lebih luas. Video “St. Catherine’s Wheel” menjadi salah satu representasi visual dari fase tersebut, membawa interpretasi yang memperkuat pesan lagu sekaligus memperlihatkan konsistensi mereka dalam merawat intensitas musikal di setiap rilisan.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *