International

Lamb of God Rilis “Into Oblivion”, Kombinasi Brutalitas Dan Pesan Solidaritas

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Lamb Of God
Lamb Of God (credit: Travis Shinn)

Unit metal asal Amerika Serikat, Lamb of God, merilis album studio kesepuluh berjudul “Into Oblivion” pada 13 Maret 2026. Momentum tersebut langsung dilanjutkan dengan peluncuran video musik “St. Catherine’s Wheel” di kanal YouTube resmi mereka.

Perilisan ganda ini menunjukkan bagaimana Lamb of God tetap menjaga intensitas mereka, baik dalam produksi musik maupun dalam menciptakan pengalaman visual yang menyertainya. Video musik “St. Catherine’s Wheel” disutradarai oleh Meriel O’Connell, yang menghadirkan pendekatan visual yang sejalan dengan karakter agresif dan reflektif dari lagu ini.

Vokalis Randy Blythe menjelaskan bahwa lagu ini menyampaikan pesan penting bagi band. Ia menekankan penggunaan kata “kita” dalam lirik sebagai pilihan yang disengaja, yang mengacu pada pentingnya kebersamaan di tengah situasi yang semakin rumit. Menurutnya, nilai komunitas akan semakin penting dalam beberapa tahun ke depan, terutama saat berbagai tekanan sosial dan pribadi semakin terasa.

Dari sisi produksi, ‘Into Oblivion’ dikerjakan bersama kolaborator lama mereka, Josh Wilbur, yang bertanggung jawab atas proses produksi dan mixing. Album ini digarap di sejumlah tempat berbeda, dengan alur kerja yang tetap terjaga meski berpindah-pindah.

Bagian drum direkam di kota asal mereka, Richmond, Virginia, sementara gitar dan bass dikerjakan di studio pribadi milik gitaris Mark Morton. Untuk vokal, Randy Blythe memilih merekam di Total Access Recording, sebuah studio legendaris di Redondo Beach, California, yang sebelumnya pernah digunakan oleh band-band seperti Black Flag, Descendents, dan Hüsker Dü.

Pendekatan rekaman yang beragam ini memberikan warna berbeda dalam keseluruhan produksi album, menciptakan karakter yang tetap kuat meskipun dikerjakan di lokasi yang berbeda. Hasilnya adalah album yang mempertahankan identitas Lamb of God, sekaligus menunjukkan fleksibilitas dalam proses kreatif mereka.

Untuk mendukung perilisan ‘Into Oblivion’, Lamb of God juga telah menyiapkan rangkaian tur yang akan segera dimulai. Mereka dijadwalkan tampil bersama Kublai Khan TX, Fit For An Autopsy, dan Sanguisugabogg, dengan pertunjukan pembuka yang akan berlangsung di The Theater at MGM National Harbor.

Selain dalam format digital, ‘Into Oblivion’ juga tersedia dalam berbagai format fisik, seperti piringan hitam dengan beberapa varian dan edisi CD koleksi yang disertai zine eksklusif. Zine ini berisi sketsa artwork, lirik tulisan tangan, serta dokumentasi studio yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *