New Tracks
Le Marley Suarakan Empati Lewat Single “DJ (Don’t Judge)”
Le Marley kembali merilis karya baru melalui single ketiganya yang berjudul “DJ (Don’t Judge)“. Lagu yang resmi dirilis ke seluruh platform musik digital ini lahir dari kegelisahan yang terasa semakin akrab dalam kehidupan sehari-hari: kebiasaan manusia memberi penilaian tanpa benar-benar mendengar cerita di baliknya.
Di tengah dunia yang bergerak cepat memberi label, lagu ini memilih jalur yang berbeda. Alih-alih berdebat, musiknya berbicara melalui dentuman bass, lapisan distorsi, ruang sunyi, serta gema yang mengalun perlahan.
Bagi Le Marley, “DJ (Don’t Judge)” bukanlah lagu yang bertujuan membela diri atau membantah penilaian orang lain. Ia melihatnya sebagai pengingat sederhana bahwa setiap individu menjalani perjalanan yang tidak selalu terlihat oleh orang di sekitarnya.
“DJ (Don’t Judge) bukan lagu untuk membela diri, tapi hanya untuk mengingatkan bahwa setiap orang memiliki jalannya masing-masing walaupun tak terlihat. Jadi saya harap tidak ada penghakiman sebelum mengetahui yang sebenarnya,” ujarnya.
Gagasan tersebut diterjemahkan melalui pendekatan musikal yang mengambil arah eksperimental dub reggae. Struktur lagu memberi ruang yang luas untuk permainan bass yang dalam, efek gema yang meluas, serta tekstur suara yang berlapis. Atmosfer yang dihasilkan cenderung kontemplatif, seolah mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari kebisingan dan membuka ruang untuk mendengar tanpa prasangka.
Dalam proses produksinya, Le Marley bekerja sama dengan Attack City Dub Soundsystem. Kolaborasi ini memberi warna tersendiri pada karakter lagu, terutama dalam pengolahan efek dub yang menonjolkan ruang, delay, dan resonansi khas sound system culture. Pendekatan tersebut terasa selaras dengan pesan yang ingin disampaikan: tidak ada penghakiman, hanya getaran yang mengalir bagi mereka yang bersedia mendengar dengan pikiran terbuka.
Le Marley dikenal sebagai musisi yang tumbuh dari kecintaannya terhadap tradisi Jamaican sound. Lahir dan dibesarkan di Serang, Banten, ia mengembangkan musik yang berakar dari reggae klasik tapi tetap berusaha menemukan bentuk baru yang relevan dengan konteks lokal. Pengaruh tokoh seperti Bob Marley menjadi salah satu fondasi awal, meskipun dalam perjalanannya ia juga menyerap berbagai inspirasi dari musisi Indonesia.
Ciri khas Le Marley terlihat dari cara ia memadukan elemen musik Jamaika dengan lirik berbahasa Indonesia yang dekat dengan pengalaman sehari-hari. Tema yang diangkat sering kali membahas tentang kehidupan sosial, kegelisahan personal, hingga harapan akan ruang hidup yang lebih damai. Pendekatan ini membuat musiknya bergerak di antara dua kutub: semangat perlawanan yang kuat, sekaligus pesan tentang empati dan kebersamaan.
Melalui “DJ (Don’t Judge)”, Le Marley kembali mengingatkan bahwa musik tidak selalu perlu menjawab segala hal secara langsung. Terkadang, cukup dengan menghadirkan getaran yang tulus, lalu membiarkan pendengar menemukan maknanya sendiri.
Di tengah dunia yang terbiasa terburu-buru menilai, lagu ini hadir sebagai jeda singkat yang mengajak orang untuk berhenti, mendengar, dan memahami.
