New Tracks

“Left Behind” Jadi Titik Balik Emosional Bagi Pillhs Castle

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Pillhs Castle

Pillhs Castle, unit post-punk asal Malang, kembali dengan single terbaru berjudul “Left Behind” yang kini bisa dinikmati di semua platform musik digital. Kali ini mereka menyuguhkan sesuatu yang berbeda: eksplorasi emosi cinta yang tulus dalam nuansa post-punk yang tetap intens namun lebih hangat

Melalui lagu ini, trio yang terdiri dari Nando Septian (vokal), Torkis Waladan (gitar), dan Leo (drum) ingin menunjukkan bahwa post-punk tidak selalu identik dengan kemurungan dan alienasi, tetapi juga bisa menjadi medium untuk mengekspresikan ketulusan dan keberanian dalam mencintai.

“Left Behind” adalah karya yang sangat personal dan menandai fase baru dalam perjalanan musik Pillhs Castle. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang memilih untuk melepaskan masa lalu, berhenti bermain-main dengan cinta, dan akhirnya berkomitmen pada satu orang.

Pesan tersebut terungkap dalam lirik, “I love her, there will be no others here / I’ve leave behind, the games of love / And with a simple words, I’ll say it clear / She is my choice”. Kalimat sederhana tapi langsung menghantam perasaan. Bukan tentang rayuan kosong, melainkan sebuah deklarasi cinta yang tidak basa-basi.

Secara musikal, band ini tetap bermain di jalur post-punk yang mereka kenal baik: melodi ritmis dan gelap, drum yang mengiring tipis dengan presisi, serta lapisan synth yang menambahkan tekstur atmosferik.

Namun, ada kehangatan baru dalam warna vokal Nando yang kali ini terasa lebih melodius, bahkan sedikit bernostalgia, seolah membisikkan pengaruh era 70-an tanpa terdengar kuno. Lagu ini menyimpan emosi yang intens tapi tidak meledak-ledak, justru pelan-pelan merayap dan akhirnya tinggal dalam benak. Cukup satu kali dengar, dan sisanya tinggal menunggu momen goosebumps menyerang.

Pillhs Castle menyebut lagu ini sebagai bentuk keberanian: keberanian untuk berubah, untuk meninggalkan kebiasaan lama, dan untuk memilih seseorang secara sadar.

Band Pillhs Castle Left Behind

“Left Behind” mereka anggap sebagai anthem untuk siapa saja yang sedang memperjuangkan cinta dan ingin benar-benar bertumbuh bersama orang yang dicintainya. Meski tetap bermain di teritori gelap, band ini membuka ruang untuk harapan dan kehangatan, seingga musik mereka lebih manusiawi dan menyentuh.

Single ini juga menjadi pengantar untuk EP terbaru yang saat ini sedang mereka siapkan dan akan dirilis oleh label Ordo Nocturno. Proses rekaman hingga tahap mixing dan mastering dilakukan di dua studio, Castle Studio dan Dates Production, dua ruang kreatif yang selama ini menjadi bagian penting dalam produksi musik mereka.

Dalam siaran persnya, Pillhs Castle mengajak media dan pendengar untuk tidak hanya menikmati “Left Behind” sebagai sebuah lagu, tetapi juga sebagai sebuah cerita.

Mereka berharap pesan dalam lagu ini bisa tersampaikan dengan jujur dan menyentuh siapa saja yang mendengarkannya. Mereka juga menyampaikan apresiasi besar untuk semua dukungan dari media dan para pendengar, yang terus menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Di “Left Behind”, Pillhs Castle tidak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga tentang pertumbuhan. Tentang bagaimana keberanian untuk meninggalkan yang lama dapat membuka jalan menuju sesuatu yang jauh lebih berarti.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *