Music News

“LOH KOK TUM BAND”, Supergrup Lintas Generasi yang Tak Pernah Basi

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

"LOH KOK TUM BAND"

“LOH KOK TUM BAND” makin mantap menapaki jalur sebagai salah satu supergrup paling tak terduga namun justru paling enerjik yang dimiliki industri musik Indonesia saat ini.

Dibentuk dari kombinasi para musisi lintas generasi dan lintas genre, band ini dihuni oleh nama-nama yang tak asing di berbagai pentas besar: Ello Tahitoe, Yuke Sampurna dari DEWA 19, Eno Gitara dari NTRL, Stevie Item dari Andra & The Backbone, Magi Trisnandi dari /RIF, dan Reno Fahreza dari Nevach.

Dari luar, barisan ini mungkin terdengar seperti kolaborasi sekali waktu, tapi justru itulah kekuatannya. Mereka bukan sekadar berbagi panggung, tapi berbagi semangat, energi, dan kecintaan yang sama terhadap eksplorasi musik.

Di atas panggung, “LOH KOK TUM BAND” menyuguhkan format pertunjukan yang tak biasa. Mereka membawakan lagu-lagu populer dari era 1990-an hingga 2000-an yang dikemas ulang dengan sentuhan warna Pop, Alternative, Rock, dan sentuhan New Wave, lengkap dengan nuansa kejutan dan momen kolaborasi yang selalu berbeda di tiap kota. Penonton tidak hanya diajak bernostalgia, tapi juga diajak merasakan versi baru dari lagu-lagu yang sudah akrab di telinga.

Bassis Yuke Sampurna mengaku bahwa proyek ini memberinya dorongan energi baru. “Main bareng mereka tuh rasanya kayak nostalgia, tapi dengan semangat yang fresh banget,” ujarnya. Meski datang dari generasi yang lebih senior, Yuke merasa justru makin terisi oleh semangat anak muda dalam dinamika TUM BAND.

Supergrup Supergrup "LOH KOK TUM BAND"

Tur bertajuk “TUMBAND PARTY” membawa mereka keliling ke sejumlah kota besar. Uniknya, setiap kota menghadirkan musisi tamu yang berbeda. Dari Oom Leo dan Ahmad Abdul di Jakarta, Ucupop dan Aura Kasih di Bandung, Ghea Youbi di Surabaya, Wika Salim di Yogyakarta, hingga El Rumi dan Sintya Marisca di Bali, semuanya menyumbang warna yang membuat tiap panggung terasa istimewa dan tak pernah sama.

Ello yang memegang peran vokalis utama, merasa kebebasan menjadi kunci keseruan band ini. “Seru banget karena nggak ada batasan. Kadang gue nyanyi, kadang gue main drum. Bebas aja. Jadi terasa fun dan penuh kejutan,” kata Ello yang memang dikenal multi-instrumentalis dan karismatik saat tampil live.

Band ini juga telah mencatat sederet penampilan kolaboratif yang tak kalah menarik. Mereka pernah berbagi panggung dengan Ahmad Dhani, Sandy Sondhoro, Ridho Slank, Thomas Gigi, David Bayu, Indra Aziz, hingga Andy /RIF. Penampilan-penampilan tersebut menunjukkan bahwa “LOH KOK TUM BAND” bukan proyek coba-coba, tapi ruang yang serius untuk bersenang-senang: serius dalam musikalitas, santai dalam penyajian.

Eno Gitara pun ikut merayakan kebebasan ini. Biasanya bersembunyi di balik drum NTRL, kali ini ia kerap tampil sebagai vokalis. “Di TUM BAND gue bisa jadi siapa aja. Kadang jadi drummer, kadang nyanyi. Dan yang paling penting, kita selalu bawa keseruan biar penonton juga ngerasain hal yang sama,” jelasnya sambil tertawa.

Gitaris Stevie Item melihat kekuatan band ini justru muncul dari perbedaan latar belakang masing-masing personel. “Kita semua beda-beda secara musikal, tapi itu malah yang bikin musik kita kaya dan nggak bisa ditebak. Gue nggak sabar buat rilis lagu perdana kita, karena di situ semua rasa kita kumpul jadi satu.”

Tumband Party

Bagi Magi Trisnandi, “LOH KOK TUM BAND” adalah tempat di mana kebebasan kreatif menjadi hal utama. “Ini bukan cuma band. Buat gue ini laboratorium eksperimen. Setiap kota kita main bareng musisi berbeda, dan itu selalu jadi tantangan seru.”

Reno Fahreza, sebagai personel termuda, justru menganggap pengalamannya bersama para senior ini sebagai sebuah kelas master yang tak ternilai. “Gue yang paling muda, tapi justru dapet banyak pelajaran. Ini semacam sekolah langsung di panggung, dan itu berharga banget.”

Kini setelah berhasil membangun fondasi lewat tur dan serangkaian panggung kolaboratif, “LOH KOK TUM BAND” tengah mempersiapkan rilisan lagu perdana mereka. Proses penciptaannya pun dilakukan secara kolektif, dengan menggabungkan elemen-elemen dari masing-masing gaya bermusik personel.

Lagu ini dirancang sebagai representasi dari semangat kebersamaan yang selama ini jadi ciri khas mereka, campuran genre, energi kolektif, dan semangat untuk selalu bermain-main dengan batasan musikal.

Dengan segala kejutan yang telah mereka suguhkan dan nama besar yang mereka bawa, “LOH KOK TUM BAND” tampaknya bukan sekadar proyek selingan atau nostalgia semata. Mereka sedang membangun sesuatu yang lebih besar: sebuah perayaan lintas generasi yang disampaikan lewat musik yang hidup, liar, dan terus berubah.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *