International

Menuju Album Keenam, Iceage Luncurkan Single “Ember” Sebagai Pembuka

Profile photo ofstreamous

Diterbitkan

pada

Iceage
Iceage (credit: Jonas Bang)

Iceage, band post-punk asal Denmark, resmi mengumumkan album studio keenam mereka bertajuk ‘For Love of Grace & the Hereafter‘ yang dijadwalkan rilis pada 29 Mei melalui Mexican Summer. Seiring dengan pengumuman tersebut, mereka juga memperkenalkan lagu pembuka album, “Ember”, yang memberikan gambaran awal tentang arah musikal yang sedang mereka eksplorasi.

“Ember” hadir sebagai pembuka yang terasa seperti pemanasan dengan nuansa santai sebelum beralih ke dinamika khas Iceage yang lebih liar. Lagu ini juga dilengkapi dengan video musik yang disutradarai oleh band bersama Ira Rønnenfelt. Melalui rilisan ini, Iceage memperlihatkan pendekatan yang lebih spontan, dengan energi yang terasa langsung tanpa banyak polesan produksi.

Vokalis Elias Rønnenfelt menyebut album ini sebagai hasil akumulasi dari berbagai referensi yang mereka kumpulkan selama ini. Ia menekankan bahwa proses kreatif kali ini lebih mengandalkan insting, tanpa terlalu banyak mempertimbangkan aspek estetika yang berlebihan. Pendekatan ini memberi ruang bagi permainan yang lebih lepas dalam setiap komposisi.

Iceage credit Alva Le Febvre

Proses rekaman album ini juga membawa band kembali ke titik penting dalam perjalanan mereka. Untuk pertama kalinya dalam 18 tahun berkarier, Iceage kembali ke lokasi rekaman yang pernah mereka gunakan sebelumnya, yaitu Silence Studio di pedesaan Swedia, dekat perbatasan Norwegia. Tempat ini sebelumnya digunakan saat mereka mengerjakan album ‘Plowing Into the Field of Love’ pada 2014, yang dianggap sebagai salah satu rilisan penting dalam katalog mereka.

Keputusan kembali ke studio tersebut bukan tanpa alasan. Band ini ingin menangkap kembali intensitas yang terasa cepat. Dalam prosesnya, mereka memilih pengaturan yang sederhana dengan sedikit overdub, sehingga karakter rekaman tetap terasa seperti hasil rekaman live.Penulisan lirik pun dilakukan hanya beberapa minggu sebelum sesi rekaman dimulai, sebuah langkah yang sengaja diambil untuk mempertahankan urgensi dalam hasil akhir.

Album ini diproduseri bersama kolaborator lama mereka, Nis Bysted. ‘For Love of Grace & the Hereafter’ dianggap sebagai salah satu karya mereka yang paling terstruktur, sekaligus memiliki lapisan produksi yang lebih halus dibanding rilisan sebelumnya. Di album ini, Iceage tetap mempertahankan ketertarikan mereka pada gagasan tentang keruntuhan sebagai tema sentral.

Eksplorasi tersebut terdengar melalui kombinasi riff gitar yang tidak konvensional, penggunaan glockenspiel, hingga bagian vokal koor yang bergerak di wilayah yang tidak terduga. Tema yang diangkat berkisar pada relasi, baik dalam konteks romantis maupun persaudaraan, yang ditempatkan dalam lanskap emosional yang tidak selalu stabil.

Setelah sebelumnya merilis single “Star”, Iceage kini memperlihatkan arah yang lebih jelas dalam proyek terbarunya. Album ini memperlihatkan bagaimana mereka tetap menjaga rasa ingin tahu dalam bermusik, sekaligus mempercayai insting kolektif yang telah terbentuk selama hampir dua dekade perjalanan mereka.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *