New Albums

Menyusuri Perjalanan Emosional Dwi Putra Dalam Debut EP ‘Setelah Riuh, Kita Tenang’

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Dwi Putra

Musisi solo alternatif asal Samarinda, Dwi Putra, resmi memperkenalkan EP debutnya berjudul ‘Setelah Riuh, Kita Tenang‘. Rilisan ini menjadi catatan personal tentang hidup yang bergerak cepat, kehilangan yang datang tiba-tiba, serta keyakinan bahwa di balik keramaian dan tekanan, selalu ada ruang untuk kembali menenangkan diri. EP ini adalah rangkaian refleksi yang disusun dengan kesadaran naratif.

‘Setelah Riuh, Kita Tenang’ terdiri dari tiga lagu dengan pendekatan yang unik. Dwi Putra memilih untuk menyusun satu lagu penuh, satu lagu yang hanya menampilkan bagian reff, dan satu karya instrumental. Ketiganya dirangkai untuk mensimulasikan fase kehidupan manusia dalam satu hari.

Jika didengarkan secara berurutan, EP ini menciptakan perjalanan emosional yang bergerak dari hiruk pikuk, luka, hingga harapan. Dalam dua lagu di dalamnya, Dwi Putra juga mengajak vokalis A.Y.U untuk memberikan warna vokal yang semakin memperkuat nuansa cerita.

Gitaris Dwi Putra

Lagu pembuka “Fractal” merepresentasikan pagi hari yang riuh dan penuh tuntutan. Struktur musiknya dibuat tidak stabil dengan progresi chord yang terus bergerak, beat yang berpindah secara ekstrem, serta dinamika yang sengaja dibiarkan terasa padat. “Fractal” mencerminkan kondisi manusia yang harus menghadapi berbagai peran dan tanggung jawab sejak hari dimulai, saat pikiran belum sepenuhnya siap, tetapi dunia sudah bergerak dengan cepat.

Perjalanan kemudian berlanjut ke “Quiet Lines”, sebuah lagu yang berbicara tentang kehilangan dan pengalaman ditinggalkan oleh pasangan. Di sini, emosi disampaikan secara lebih langsung dan personal. Lagu ini mengakui rasa sakit yang berat, tapi tidak terjebak dalam ratapan.

“Quiet Lines” justru merekam momen ketika seseorang menyadari bahwa hidup tidak bisa berhenti di satu titik, tidak peduli seberapa dalam luka yang dirasakan. Bertahan dan melangkah perlahan menjadi pilihan yang sulit, tetapi sangat diperlukan.

EP ini ditutup oleh “Pelangi Selepas Hujan”, sebuah karya instrumental yang berfungsi sebagai ruang bernapas setelah perjalanan emosional sebelumnya. Tanpa lirik, Dwi Putra membiarkan musik berbicara sendiri, menghadirkan suasana lega dan optimistis. Pelangi menjadi simbol sederhana tentang harapan yang muncul setelah masa-masa sulit, mengingatkan kita bahwa cahaya selalu menemukan jalannya, meskipun tidak selalu segera terlihat.

Musisi Solo Dwi Putra Medan

Melalui EP ini, Dwi Putra menyampaikan pesan yang lugas dan tulus. Setiap tantangan, betapa pun beratnya, selalu menyimpan harapan untuk pulih bagi mereka yang mau berjuang dan percaya. ‘Setelah Riuh, Kita Tenang’ kini sudah bisa didengarkan di semua platform musik digital sejak 23 Januari 2026.

Dwi Putra dikenal sebagai musisi alternatif asal Samarinda yang telah lama berkecimpung di dunia musik. Ia pernah aktif sebagai session artist dan meraih predikat Best Guitarist Nasional dalam ajang Cardinal Award 2017 di Bali. Namanya juga lekat dengan sejumlah proyek band seperti Quasi dan June 24, sebelum akhirnya merangkum perjalanan personalnya dalam format solo melalui EP debut ini.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *