International

Midlake Luncurkan “The Calling”, Seruan Spiritual Dari Album Terbarunya

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Midlake (credit : Jason Upshaw)

Midlake, unit folk rock asal Texas, siap membuka langkah baru dalam karier bermusik mereka lewat album terbaru berjudul ‘A Bridge To Far’, yang akan dirilis pada 7 November melalui Midlake Records dan Believe. Menjelang perilisan, band ini membagikan single terbaru berjudul “The Calling” lengkap dengan video musiknya, sebuah lagu yang memperlihatkan kedewasaan musikal dan refleksi pribadi dari sang vokalis, Eric Pulido.

Dalam pernyataannya, Pulido menyebut “The Calling” sebagai salah satu momen penting dalam proses kreatif mereka. “Saya suka arah yang kami capai di lagu ini,” ujarnya. “Vibe-nya penuh tenaga, dan bagian tiup yang dikembangkan Jesse dan Sam benar-benar membuka ruang yang menarik. Secara lirik, lagu ini berbicara tentang pergulatan pribadi saya dalam mengarahkan diri pada tujuan, antara menolak atau menerima hal-hal yang memang seharusnya kita lakukan.”

Album ‘A Bridge To Far’ diproduseri oleh Sam Evian, musisi dan produser yang dikenal lewat kolaborasinya bersama Big Thief, Hannah Cohen, dan Cass McCombs. Proses rekamannya berlangsung di The Echo Lab, studio legendaris di kampung halaman Midlake, Denton, Texas. Kolaborasi ini menghasilkan nuansa yang hangat dan dinamis, dengan tekstur instrumen yang terasa organik dan intim.

Sebelumnya, Midlake telah memperkenalkan lagu “The Ghouls” sebagai single perdana. Lagu tersebut muncul di masa ketika band ini masih mempertanyakan arah dan masa depan mereka. Namun justru dari proses itu, “The Ghouls” menjadi pengingat tentang semangat awal Midlake, membangun musik bersama, tanpa kehilangan makna yang mereka bawa sejak awal berdiri.

Lagu itu membantu kami menyatukan diri lagi,” kata Pulido. “Mudah-mudahan juga bisa memotivasi pendengar untuk mendengarkan keseluruhan album.”

Band Midlake single The Calling

Selain menampilkan vokal utama Eric Pulido, ‘A Bridge To Far’ juga menghadirkan kontribusi dari beberapa nama seperti Madison Cunningham, Hannah Cohen, dan Meg Lui. Meski begitu, Pulido menegaskan bahwa identitas Midlake tetap kuat di seluruh album.

Album ini tidak mencoba meniru karya siapa pun,” katanya. “Kami hanya ingin terdengar seperti Midlake, seperti diri kami sendiri. Judul album ini berbicara tentang keyakinan, harapan, dan perjalanan menuju sesuatu yang lebih besar, meski jalannya tak selalu mudah.”

Pulido menambahkan bahwa proses rekaman di studio bersama Sam Evian menjadi pengalaman yang sangat berharga. “Kami hanya bermain di ruangan bersama, menangkap momen yang nyata. Itu adalah kebahagiaan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Setelah ‘For the Sake of Bethel Woods’ (2022), yang menjadi album pertama mereka setelah delapan tahun vakum, ‘A Bridge To Far’ terasa seperti kelanjutan alami dari evolusi Midlake: matang, reflektif, dan jujur secara emosional.

Tahun lalu, mereka juga sempat berkolaborasi dengan John Grant lewat dua lagu, “Roadrunner Blues” dan “You Don’t Get To”, yang memperkuat posisi Midlake sebagai salah satu band folk rock paling konsisten di era modern.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *