International
Mitski Perluas Lanskap Emosional Di Album ‘Nothing’s About to Happen to Me’
Mitski resmi merilis album studio kedelapannya, ‘Nothing’s About to Happen to Me‘, hari ini melalui Dead Oceans. Bersamaan dengan peluncuran tersebut, ia juga memperkenalkan video musik untuk salah satu lagu utama di dalamnya, “If I Leave”, sebuah nomor yang merangkum kecamuk batin, konflik, dan rasa ragu yang menjadi inti dari album ini.
Setelah lebih dulu menghadirkan “I’ll Change For You”, lagu bernuansa bossa nova yang muram dan penuh kepasrahan, Mitski kini melanjutkan narasi emosionalnya lewat “If I Leave”.
Di lagu ini, ia kembali menunjukkan kemampuannya memadukan keanggunan dengan tekanan batin yang menyelimuti sepanjang lagu. Lirik seperti “If I leave // Somebody else will find you // But nobody else could see me // Quite as clearly as you” mungkin terdengar sederhana, tetapi menyimpan kegelisahan tentang ketergantungan, pengakuan, dan ketakutan untuk benar-benar pergi.
Video “If I Leave” disutradarai oleh Jared Hogan. Visualnya menampilkan sebuah rumah yang penuh ancaman dan bayang-bayang masa lalu. Setiap ruangan memancarkan jejak kehidupan yang aneh, seolah menyimpan cerita yang belum selesai.
Mitski dan anggota band tampil di tengah suasana angker tersebut dengan ekspresi datar dan hampir tanpa emosi. Ketegangan muncul dari kontras antara ketenangan mereka dan ruang yang terasa penuh dengan firasat buruk. Rumah itu sendiri menjadi pusat cerita, sementara Mitski dan musiknya berfungsi sebagai benang penghubung lintas waktu, merajut ingatan, trauma, dan absurditas dalam satu lanskap.
‘Nothing’s About to Happen to Me’ ditulis sepenuhnya oleh Mitski, yang juga mengisi seluruh vokal. Produksi kembali digarap oleh Patrick Hyland, kolaborator lamanya, dengan mastering oleh Bob Weston. Secara musikal, album ini melanjutkan pendekatan yang ia kembangkan di album 2023, ‘The Land Is Inhospitable and So Are We’.
Kali ini, Mitski melibatkan para musisi dari band tur sebelumnya untuk merekam instrumen secara live, dengan aransemen ensembel yang memberikan ruang lebih luas bagi dinamika lagu-lagunya. Sesi rekaman orkestra berlangsung di Sunset Sound dan TTG Studios, dengan aransemen dan konduksi oleh Drew Erickson serta rekayasa suara oleh Michael Harris.
Untuk mendukung perilisan ini, Mitski menyiapkan serangkaian pertunjukan residensi di beberapa kota besar di dunia. Ia dijadwalkan tampil enam malam di The Shed, New York City, lima malam di Hollywood High School, Los Angeles, serta empat malam di Sydney Opera House.
Mitski juga akan singgah di Mexico City, Istanbul, Paris, Brussels, Amsterdam, London, Manila, Bangkok, Jakarta, Kuala Lumpur, dan Singapura. Beberapa tanggal pertunjukan dilaporkan tiketnya telah terjual habis.
Khusus di The Shed, akan digelar Pameran Tansy House mulai 27 Februari hingga akhir rangkaian konser. Instalasi ini mengundang pengunjung menyusuri lanskap visual album lewat sebuah rumah yang terbuka perlahan, ruang demi ruang, dibatasi kain tipis. Di dalamnya tersaji potongan adegan yang terasa hidup sekaligus menampilkan cerita-cerita secara samar. Nuansa Victorian berpadu dengan detail kitsch menghadirkan gambaran visual dari ruang imajiner yang menjadi pusat semesta album tersebut, The Tansy House.
Respons media terhadap materi baru Mitski pun sangat positif. The New York Times menyebut “Where’s My Phone?” sebagai single yang teatrikal dan pantas “meledak”, sementara Billboard memujinya sebagai anthem indie-rock. Brooklyn Vegan menyoroti keindahan orkestral “I’ll Change For You”, dan sejumlah media lain menilai karya terbarunya setara dengan katalog terbaiknya.
Support Gigsplay Dengan Saweria
