International
Molly Ringworm Siap Rilis Album Debut ‘Perfect Dog’, Awali Dengan “Passenger Princess”
Band asal New Jersey, Molly Ringworm, tampaknya memiliki bakat alami dalam menciptakan noise pop yang terasa abadi. Single terbaru mereka, “Passenger Princess”, menjadi pembuka untuk album debut bertajuk ‘Perfect Dog’, yang menampilkan kepekaan penulisan lagu khas Sarah Holt.
Suaranya yang lembut dan penuh semangat menghidupkan lagu ini dalam nuansa antara kerinduan dan kebebasan; terkadang rapuh, lalu tiba-tiba melesat tinggi, diiringi gitar-gitar yang berputar dalam harmoni grunge yang unik dan memikat. “Passenger Princess” terdengar seperti pertemuan antara kejujuran mentah ala Liz Phair dan energi liar milik The Breeders, dengan sedikit sentuhan melankolia di jalanan malam.
Sarah Holt telah menulis musik di bawah nama Molly Ringworm sejak 2015, awalnya sebagai proyek solo sebelum berkembang menjadi band penuh dengan tambahan sepupunya, Johnny Zappas, di gitar, Andrew Simpson di bass, dan Michael Auble di drum. Berbasis di sekitar Atlantic City, kuartet ini dikenal karena gaya penulisan lirik yang tajam dan personal, berpadu dengan aransemen yang menyeimbangkan kebisingan dan melodi.

Molly Ringworm (credit: Nicole Cuminti)
Kolaborasi mereka dengan Oscar Suh-Rodriguez, pendiri Kidokoro Records, dimulai pada 2020 dan menghasilkan ‘Seems EP’ pada 2022. Sejak saat itu, Molly Ringworm terus menemukan bentuk baru dalam musiknya: lebih jujur, lebih mentah, dan lebih terbuka terhadap ketidaksempurnaan.
Album debut mereka, ‘Perfect Dog’, dijadwalkan rilis pada 24 Oktober 2025, dan direkam secara live di Retromedia Studios. Proses rekaman yang minim polesan itu memberikan nuansa langsung dan organik pada setiap lagu, seolah memperdengarkan energi yang sama seperti saat mereka tampil di panggung kecil di pinggiran kota.
Dalam ‘Perfect Dog’, Holt dan rekan-rekannya mengeksplorasi gagasan tentang kendali, tentang kapan harus menggenggam sesuatu erat-erat dan kapan harus membiarkannya pergi.
Dari yang sudah terdengar di “Passenger Princess”, album ini tampaknya akan menjadi gambaran yang jujur tentang perjalanan tumbuh dewasa, kehilangan, dan penerimaan diri, disampaikan melalui bahasa musik yang setia pada akar alternatif rock 90-an namun tetap terasa segar di telinga kita saat ini.
