New Tracks

MONOLOMO Tuangkan Fase Bertahan Di Single “Nanti Kan Rayakan”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Monolomo

MONOLOMO kembali hadir dengan single terbaru berjudul “Nanti Kan Rayakan”, sebuah lagu yang tumbuh dari pengalaman personal tentang fase hidup yang tidak selalu ringan, tapi tetap dijalani dengan kesadaran penuh.

Karya ini mengangkat tema bertahan, menerima keadaan, dan meyakini bahwa setiap proses memiliki ritmenya sendiri. Melalui lagu ini, MONOLOMO membuka ruang refleksi tentang bagaimana seseorang tetap melangkah meski diliputi keraguan dan kelelahan.

“Nanti Kan Rayakan” tidak didasari dari suasana perayaan, melainkan dari hari-hari yang terasa sepi dan melelahkan. Liriknya mengalir dengan jujur, didukung aransemen sederhana yang memberikan ruang besar bagi emosi. MONOLOMO mengajak pendengar untuk mengakui rasa lelah tanpa harus menyerah pada keadaan.

Lagu ini dimulai dari potret momen yang tampak biasa, di waktu sore dan pertemuan sederhana yang perlahan mengendap menjadi sesuatu yang berarti. Dari penggalan lirik “Ketika takdir yang berpendapat, ku rasa kau adalah orang yang tepat”, tersirat gambaran tentang keyakinan yang muncul tanpa banyak penjelasan, datang perlahan tapi terasa pasti.

Seiring berjalannya waktu, lagu ini menyingkap perjalanan panjang yang dipenuhi mimpi, jalan berliku, dan fase kebas terhadap perasaan. Lirik “Tadinya ku mati rasa lagi, bosan akan cinta yang begini” terdengar sebagai pengakuan terbuka atas kelelahan emosional.

Dari titik itu, muncul sosok yang membawa dorongan untuk kembali bergerak, bernyanyi, dan menikmati hidup dalam bentuk paling sederhana. Di sini, “Nanti Kan Rayakan” tidak hanya membahas tentang hubungan romantis, tetapi juga tentang kebersamaan dalam proses pertumbuhan.

Band Monolomo

Cerita dalam lagu ini berfokus pada hal-hal kecil yang sering terlewatkan: meluangkan waktu untuk bertemu, berbagi percakapan ringan, dan duduk bersama di tempat yang akrab. Detail-detail sederhana ini perlahan-lahan membangun keyakinan terhadap masa depan.

MONOLOMO melihat perayaan hidup tidak selalu berkaitan dengan pencapaian besar, tetapi lebih kepada kemampuan untuk terus berjalan bersama dan saling mendukung di tengah perjalanan.

Bagian penutup lagu dipenuhi dengan nuansa harapan. Terselip doa tentang keinginan untuk melukis dunia bersama, berbagi kebahagiaan dan kesedihan, serta menjalani hidup berdampingan. Setelah melewati waktu yang panjang dan fase bertahan, selalu ada alasan untuk merayakan keberadaan satu sama lain. Pesan ini disampaikan tanpa dramatisasi berlebihan, tapi terasa hangat dan dekat.

Melalui perilisan ini, MONOLOMO berharap lagu “Nanti Kan Rayakan” bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang menghadapi masa sulit. Lagu ini berfungsi sebagai pengingat bahwa setiap orang memiliki ritme yang berbeda dalam menjalani hidup, dan semua proses tersebut adalah hal yang wajar.

Dari sudut pandang MONOLOMO, bertahan bukan hanya sekadar melewati hari-hari, tetapi juga merupakan bentuk keberanian yang patut dihargai. Single ini akhirnya menjadi ajakan halus untuk terus melangkah, sambil meyakini bahwa pada waktunya, setiap perjuangan akan menemukan momen untuk dirayakan.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *