New Albums

Normatif Rilis Album “Normatif II: Kejar Dunia 9-5”, Cermin Kehidupan Dan Penyesalan Di Dunia Kerja

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Normatif
Normatif (credit: Farrel Boedihardjo)

Normatif, duo rock alternatif asal Jakarta, hari ini (30/10) merilis album penuh kedua bertajuk ‘Normatif II: Kejar Dunia 9-5’. Duo yang digawangi oleh dua saudara, Adri (gitar) dan Ical (vokal) ini menghadirkan sepuluh lagu baru yang melanjutkan kisah dari EP ‘Kejar Dunia‘ (2024) dan menggali lebih dalam pergulatan hidup setelah dunia kampus berakhir.

Jika pada ‘Kejar Dunia’ Normatif bercerita tentang mahasiswa tingkat akhir yang mulai menukar idealisme dengan realitas, maka ‘Normatif II: Kejar Dunia 9-5’ membawa pendengar ke bab berikutnya: tahun-tahun awal sebagai pekerja kantoran.

Dari rasa bangga mendapat pekerjaan pertama hingga tekanan yang perlahan meruntuhkan semangat, album ini menggambarkan fase transisi yang akrab bagi generasi muda hari ini: masa ketika mimpi besar sering kali berbenturan dengan kenyataan finansial dan rutinitas yang menyesakkan.

Band Normatif

Proses kreatif album ini berlangsung selama dua tahun, dimulai ketika Adri dan Ical masih duduk di bangku kuliah, lalu berlanjut saat mereka resmi menjadi pekerja penuh waktu. Dari perjalanan itu lahir sepuluh lagu yang dibagi menjadi dua sisi cerita.

Lima lagu dari EP sebelumnya, seperti “Menyembah Dunia”, “Ijazah di Lemari Berdebu”, dan “Kelas Pekerja”, menandai fase idealisme yang perlahan memudar. Sementara lima lagu baru: “Formatif”, “Balap Tikus”, “9 Pagi”, “3 Tahun Lalu”, dan “5 Sore”, memotret kehidupan pasca-kampus yang penuh penyesalan, kelelahan, dan rutinitas yang terasa seperti jebakan.

Lagu “Balap Tikus” dipilih sebagai fokus utama dari album ini. Terinspirasi dari istilah “rat race”, lagu tersebut menjadi kritik tajam terhadap budaya kerja modern yang mendorong kompetisi tanpa arah.

Liriknya menyinggung bagaimana karyawan berlomba mengejar validasi, promosi, atau bonus, tanpa sadar kehilangan waktu dan makna hidup. Dalam narasi Normatif, sistem kerja itu digambarkan seperti roda berputar yang terus memaksa para “tikus” berlari tanpa tujuan.

Duo rock alternatif Normatif

Secara musikal, “Balap Tikus” memadukan riff gitar tajam dengan nuansa rock alternatif yang cenderung mentah, memberi ruang bagi vokal Ical untuk memuntahkan emosi frustrasi dan keputusasaan.

Kami menulis lagu ini saat baru beberapa bulan kerja kantoran. Rasanya benar-benar seperti hidup di dalam lingkaran yang tak pernah berhenti,” ujar Ical dalam keterangan tertulis.

Sebagai bagian dari peluncurannya, Normatif menyiapkan rilisan fisik berupa CD dan merchandise eksklusif seperti t-shirt yang akan tersedia akhir tahun ini. Mereka juga merencanakan showcase serta tur album pada awal 2026 untuk menyapa pendengar di berbagai kota.

Melalui “Normatif II: Kejar Dunia 9-5”, Adri dan Ical bukan hanya menulis lanjutan cerita, tapi juga menggambarkan realitas yang dialami banyak anak muda: antara ambisi, kompromi, dan pencarian makna di tengah dunia kerja yang menuntut banyak hal sekaligus.

Sebuah karya yang jujur, reflektif, dan relevan bagi siapa pun yang pernah merasa terjebak dalam “balap tikus”.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *