New Tracks
Olly Oxen Lanjutkan Evolusi Musik Melalui “Dolly”
Sempat jeda beberapa tahun, kini unit rock asal Semarang, Olly Oxen, kembali menyapa pendengarnya lewat single terbaru berjudul “Dolly”. Lagu ini dirilis bersamaan dengan video musiknya dan menjadi bagian penting dari perjalanan band yang telah aktif sejak 2016. Melalui “Dolly”, Olly Oxen menunjukkan perubahan signifikan dalam proses kreatif dan pendekatan musikal yang mereka ambil dalam beberapa tahun terakhir.
Gemby, gitaris Olly Oxen, menjelaskan bahwa “Dolly” memang sengaja diarahkan menjauh dari karakter album penuh mereka sebelumnya, ‘Mahiwal O Ndes’. Menurutnya, lagu ini merupakan kelanjutan dari arah yang sempat mereka tunjukkan lewat single “Bohemia” pada tahun 2021.
Kehadiran vokalis baru juga berpengaruh pada bentuk musik yang mereka ciptakan. Dengan komposisi personel yang berbeda, gaya bermusik mereka pun beradaptasi, mengikuti dinamika baru dalam band.
Sejak awal kemunculannya, Olly Oxen dikenal sebagai grup rock flamboyan yang gemar mempertemukan kegaharan rock dengan rapalan vokal yang rapat dan luwes, terinspirasi dari pendekatan hip hop. Ciri tersebut terasa kuat dalam EP ‘Bad Mantra’ yang dirilis pada 2017, lalu berlanjut ke album ‘Mahiwal O Ndes’ pada 2020. Aransemen mereka kala itu dipenuhi lalu lintas progresi gitar yang ramai, cenderung liar, dan tidak ragu memadukan berbagai lapisan bunyi.

Di “Dolly”, pendekatan tersebut mengalami penyederhanaan. Musiknya terdengar lebih ringkas dan vibrant, tapi tetap menjaga energi agresif yang menjadi identitas Olly Oxen. Arah ini masih sejalur dengan DNA yang sempat mereka perlihatkan di “Bohemia”, tetapi kini terasa lebih fokus.
Band ini juga secara sadar mengadopsi sentuhan rock modern yang lebih dekat dengan konteks musik hari ini, sebuah upaya agar karya mereka tetap relevan di tengah perubahan selera pendengar.
Perubahan arah ini tidak lepas dari pergeseran posisi Gawank Kusumo, yang kini mengisi posisi vokal setelah sebelumnya berada di balik drum. Posisi vokal yang sempat diisi Mere Nauval kini sepenuhnya dipegang Gawank, sementara kursi drum ditempati Ari Mulya.
Pergeseran personel ini berdampak langsung pada cara Olly Oxen membangun lagu. Jika sebelumnya Gemby memegang kendali penuh dalam penyusunan aransemen, kini proses tersebut dilakukan bersama Gawank. Diskusi, kompromi, dan negosiasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kerja kreatif mereka saat ini.
Gemby mengakui bahwa menurunkan ego menjadi kunci agar proses tersebut berjalan. Menurutnya, tanpa kesediaan untuk saling mendengarkan, musik justru akan berhenti di tengah jalan. Kesadaran inilah yang secara tidak langsung tercermin dalam cerita “Dolly”.
Lagu ini menggambarkan dinamika dalam sebuah komunitas, di mana setiap individu memiliki peran dan keunikan masing-masing. Tidak ada satu pihak yang lebih penting atau menentukan, karena semuanya saling melengkapi. Tema ini terasa jelas dalam lirik yang menyiratkan keserupaan, repetisi, dan refleksi atas identitas diri dalam lingkaran sosial.
“Dolly” kini sudah bisa didengarkan di platform streaming digital, dan video musiknya juga tersedia di kanal YouTube resmi Olly Oxen.
Saat ini, formasi Olly Oxen terdiri dari Gawank Kusumo pada vokal, Yanuar “Gemby” Kurniawan di gitar, Novelino Adam pada bass, Ari Mulya di drum, serta Icad Otto sebagai gitar tambahan. Dengan komposisi ini, Olly Oxen tampak siap melangkah ke fase baru tanpa melepaskan akar musik yang membesarkan nama mereka.
