New Tracks

Parade Hujan Menggugah Ingatan Lewat “Saling Lupa”

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

Parade Hujan

Mencari cinta memang terasa mudah, tetapi mempertahankan perasaan yang sama setiap hari adalah cerita lain. Dalam rutinitas yang kian menumpuk dan jeda emosional yang makin renggang, sering kali kita tak sadar ketika jarak pelan-pelan tumbuh di antara dua hati.

Di tengah suasana itu, Parade Hujan kembali hadir sebagai pengingat lewat single terbaru mereka, “Saling Lupa”, yang rilis pada 14 November 2025 dan menutup tahun dengan nuansa melankolis yang akrab dengan karakter mereka.

Setelah kolaborasi hangat bersama Monita Tahalea, band ini seperti mempercepat langkah menuju album penuh yang sudah lama dinanti. “Saling Lupa” menjadi karya keempat mereka sekaligus potret jujur tentang seni merawat cinta agar tak hancur perlahan.

Aransemen lagu ini menyajikan gabungan distorsi yang ekspresif dan melodi yang lembut, menyalurkan atmosfer sendu yang sudah menjadi ciri Parade Hujan, namun dengan energi yang terasa lebih matang. Ada gema emosional yang mengingatkan pada “Di Atas Meja” (2017), tetapi kali ini sudut pandangnya lebih dewasa, lebih intim, dan bergulat dengan dinamika rumah tangga yang tidak selalu mudah.

Lagu ini tentang dua orang yang mulai saling menghilang dari satu sama lain dalam diam,” ujar Mohammad Istiqamah Djamad, atau Is, yang menulis lagu tersebut. Ia menggambarkan situasi di mana keheningan mendadak menjadi jurang. Saat rasa mulai aus dan harapan terasa melelahkan, kepekaan pelan-pelan pudar. Dalam kondisi itu, hal-hal kecil yang dulu membuat hubungan terasa hidup, justru mudah hilang dari perhatian.

Is menyebut mati rasa sebagai kondisi paling berbahaya dalam hubungan. “Kepekaan yang mati itu bikin lo gak bisa ngomong apa pun,” katanya. “Kalau kepekaan hilang, gak ada yang bisa tumbuh, baik rasa maupun kebahagiaan. Semua seperti meredup.”

Ia menggambarkan bagaimana kata-kata menjadi sulit diucapkan saat hati sudah tak lagi mampu menangkap isyarat sederhana.

Band Parade Hujan

Parade Hujan menyisipkan pesan bahwa cinta adalah tindakan yang harus terus dijaga. Is menegaskan pandangannya tentang disiplin emosional yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan. “Cinta itu sebenarnya bukan sesuatu yang otomatis. The act of love itu butuh disiplin,” jelasnya.

Ia mengibaratkan cinta sebagai tanaman; jika dibiarkan tanpa air dan perhatian, ia akan kering tanpa disadari. Menurutnya, orang paling romantis bukan mereka yang penuh gesture besar, melainkan mereka yang mampu mendisiplinkan diri untuk jatuh cinta setiap hari, bahkan saat kondisi emosional tidak mendukung.

Lewat lagu ini, Parade Hujan seolah berbicara sebagai seniman sekaligus sebagai pribadi yang memahami dinamika hubungan jangka panjang. “Saling Lupa” menjadi semacam penanda agar kita kembali menengok hal-hal sederhana yang dulu membuat hubungan terasa hangat.

Lagu ini mengingatkan bahwa banyak masalah tidak tumbuh dari kebencian, tetapi dari kelalaian kecil: lupa menyapa, lupa memeluk, lupa menatap satu sama lain dengan penuh perhatian.

Pada akhirnya, “Saling Lupa” adalah ajakan untuk kembali ke titik awal, ke tempat di mana cinta pertama kali tumbuh. Lewat nada dan lirik yang meresap, Parade Hujan mengajak pendengarnya mengingat bahwa di balik segala kebisingan dan kebisuan, cinta pernah menjadi alasan untuk tetap bertahan. Kini, mereka meminta kita untuk tidak lupa lagi.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *