New Tracks
People Sweet Rilis “Final Destination” Lewat Gigs Virtual Di Roblox
Unit post-hardcore asal Karawang, People Sweet, memperkenalkan pendekatan berbeda dalam merilis karya terbaru mereka bertajuk “Final Destination”. Alih-alih mengandalkan panggung konvensional, band ini memilih menjelajahi ruang virtual dengan menggelar rangkaian hearing session melalui berbagai map gigs di platform Roblox.
Langkah ini membawa People Sweet ke sejumlah event digital seperti Synerblox, Stout and Stone, hingga kolaborasi charity lintas map bersama Digital Hands Collective. Mereka juga tampil di Underground Hysteria v2 dan Selasar Collective, yang seluruhnya berlangsung di ruang virtual. Respons yang diterima terbilang positif, dengan antusiasme tinggi dari audiens yang datang dari berbagai kota bahkan negara.
“Seru pokoknya gigs Roblox, ketemu bareng band-band keren dari kota manapun. Yang tadinya kita nggak tahu, jadi tahu ada band ini itu,” ujar Almah, bassis People Sweet, menggambarkan pengalaman tampil di lanskap digital yang membuka kesempatan baru bagi para musisi.

People Sweet telah aktif sejak 2015, berawal dari dorongan personal untuk keluar dari posisi sebagai penonton di skena musik. Dalam perjalanannya, mereka sempat mengeksplorasi warna pop punk lewat rilisan awal seperti “Memori Kelam”, sebelum akhirnya kembali menegaskan identitas post-hardcore yang lebih dekat dengan akar mereka.
Momentum penting datang pada 2024 melalui “Trauma”, yang kemudian diikuti oleh “Parade Ego” pada 2025 dan mendapat respons luas. Kini, formasi yang terdiri dari Sadekala Putra Sidik ‘Ekal’ (vokal), Trisna Rajah ‘Trisna’ (gitar), Almah Subekti ‘Almah’ (bass), dan Riski Agung ‘Doyok’ (drum) menjadi fondasi yang mereka anggap paling solid.
“Final Destination” pertama kali diperkenalkan secara eksklusif di komunitas musik virtual Roblox di bawah naungan Bvckle Smiggle Synthesis, sebelum akhirnya dirilis lebih luas dalam format video lirik di kanal YouTube resmi mereka pada 13 April 2026. Visual yang dihadirkan tetap mempertahankan karakter People Sweet: keras, energik, dan penuh semangat.
Dari sisi tematik, lagu ini menggambarkan cerminan tentang kematian, hari akhir, dan tanggung jawab manusia, terinspirasi oleh narasi dalam Al-Qur’an. People Sweet mengolah ide ini menjadi pengalaman emosional yang mencerminkan rasa takut sekaligus kesadaran akan waktu yang terus berlalu. Gambaran kiamat disajikan dengan intens: bumi bergetar, langit terbelah, dan manusia dihadapkan pada semua amal tanpa ada yang tersembunyi.
“Banyak orang mikir ini cuma soal kematian. Buat aku, yang lebih serem adalah hidup tanpa benar-benar hidup. Lagu ini lahir dari fase di mana aku stuck ngejar validasi, nahan yang harusnya pergi, dan nunda mimpi seolah waktu nggak terbatas,” ungkap Ekal. Ia menambahkan, “Padahal kita semua tahu akhirnya pasti ada. ‘Final Destination’ mengingatkan bahwa waktu kita terbatas, jadi pastikan kita benar-benar hidup.”
Secara musikal, “Final Destination” menggabungkan riff agresif dengan lapisan strings yang memberikan nuansa megah khas post-hardcore. Struktur lagunya bergerak dinamis dengan bagian-bagian yang tidak terduga. Proses produksi dilakukan di JFHPRODS, mencakup rekaman, mixing, hingga mastering. Lirik ditulis oleh Ekal bersama Muhammad Taufik Maulana, sementara komposisi dikerjakan oleh Trisna dan Taufik.
Dari sisi visual, artwork dikembangkan oleh Anggar Menyan dengan pendekatan gelap yang tetap mempertahankan identitas visual band. Sesi foto untuk rilisan ini dikerjakan oleh Dikri Assidiqi atau Mamangco, memperkuat narasi estetika yang mereka bangun.
Melalui “Final Destination”, People Sweet tidak hanya menghadirkan karya baru, tetapi juga membuka cara distribusi yang berbeda, sekaligus mengajak pendengar untuk merenungkan tentang waktu, hidup, dan akhir yang tak terhindarkan.

