New Albums
Peron Rilis EP ‘Singkap’, Potret Stres Dan Hiruk Pikuk Pekerja Urban
Peron, unit post-punk asal Semarang, resmi merilis EP perdana mereka bertajuk ‘Singkap’ pada 9 Januari 2026 melalui Anoa Records. Berisi enam lagu, EP ini menjadi catatan lepas tentang tekanan hidup pekerja urban, disuarakan lewat musik post-punk yang bergerak lincah, mentah, dan penuh kegelisahan.
‘Singkap’ hadir sebagai cerminan keresahan generasi muda yang terjebak dalam tuntutan pekerjaan, waktu yang semakin sempit, dan kebutuhan untuk menemukan ruang bernapas.
Sultan Salahudin, drummer Peron, menjelaskan bahwa EP ini lahir dari pengalaman sehari-hari yang sangat dekat dengan realitas mereka.
Menurutnya, ‘Singkap’ merepresentasikan stres akibat pekerjaan, minimnya ruang untuk diri sendiri, serta cara band ini mengatasi semua itu melalui musik. Dari situ, Peron menjadikan lagu-lagu mereka sebagai medium untuk mengekspresikan perasaan sekaligus refleksi, tanpa berusaha menyembunyikan emosi yang ingin disampaikan.
Peron dibentuk pada tahun 2023 di Semarang dan mulai menarik perhatian setelah merilis maxi-single “Montase” pada Januari 2025. Kehadiran mereka dianggap membawa warna baru di kancah musik kota tersebut.
Langkah berikutnya datang pada Agustus 2025 lewat single “Penggalan Kontrol 2007”, di mana Peron mengajak Ajie Gergaji dari Themilo untuk berkolaborasi mengisi gitar. Kolaborasi ini memperluas spektrum bunyi mereka sekaligus mempertegas posisi Peron sebagai band yang terbuka terhadap eksplorasi.
Diisi oleh empat pemuda berusia 25-an yang kini terpaksa hidup terpisah di empat kota berbeda karena pekerjaan, Peron menuliskan kisah tentang hiruk-pikuk dan kontradiksi kehidupan pekerja urban. EP ‘Singkap’ dibuka dengan “Stressed Out”, sebuah letupan amarah yang menyasar atasan dan beban kerja yang menggerus waktu lebih dari delapan jam sehari. Lagu ini terasa frontal, seperti sumpah serapah yang dilepas tanpa filter.
Perjalanan berlanjut ke “Ratapan Kamar 3×4”, yang menggambarkan mimpi-mimpi masa muda yang perlahan menguap, digantikan oleh kecemasan yang menumpuk di ruang hidup yang sempit. “Memoar Berbicara di Kepala” kemudian memotret depresi kolektif yang kerap terasa di ruang publik seperti stasiun dalam kota.
Sementara itu, “Penggalan Kontrol 2007” menyoroti getirnya hidup di kota yang seolah tak memberi jadwal untuk cinta dan asmara. Narasi tersebut berlanjut ke “Montase”, hingga akhirnya ditutup oleh “Pesta (Belum) Berakhir”, sebuah perayaan kecil atas waktu yang berhasil direbut lewat gig sederhana bersama kawan-kawan.
Dalam meramu musik, Peron menolak terjebak pada definisi post-punk yang kaku. Mereka menarik pengaruh dari nama-nama seperti Gang of Four, Joy Division, dan Xmal Deutschland, hingga gelombang yang lebih baru seperti Protomartyr, IDLES, Fontaines D.C., dan Belgardo. Semua referensi itu mereka olah sambil menyelipkan disonan, lick blues, kejutan skala Sunda, serta lirik yang berpindah antara bahasa Inggris, Indonesia, dan Jawa.
Gitaris Rio Tirta menjelaskan bahwa eksplorasi menjadi kunci utama. Ia mempertanyakan apakah post-punk harus selalu tunduk pada pakem gelap yang sama, atau justru bisa keluar dari stigma tersebut. Sikap ini terasa jelas di sepanjang ‘Singkap’, yang terdengar berani, tidak rapi, dan jujur pada pengalaman pribadi.
EP ‘Singkap’ sudah bisa didengarkan sejak 9 Januari 2026 di berbagai platform streaming digital. Setelah perilisan digital, Peron berencana melanjutkan perayaan dengan merilis versi kaset dari EP ini beserta merchandise, diikuti dengan video musik, sesi live, dan rangkaian tur sebagai kelanjutan dari perjalanan panjang ‘Singkap’.
Support Gigsplay Dengan Saweria
