International
Peter DiMaggio Menyuarakan Kebebasan Kreatif Di “Fly Away”
Peter DiMaggio kembali ke ranah musik dengan single terbaru berjudul “Fly Away”, lagu indie-pop yang terdengar luas dan emosional, mempertemukan kerentanan personal dengan pendekatan produksi yang sinematik.
Aktor, komposer, sekaligus penulis lagu asal Amerika Serikat ini menghadirkan karya yang terasa intim dan ambisius, dengan nuansa atmosferik yang mengingatkan pada The 1975 dan semangat optimistis khas Coldplay. Di balik melodi dan refrennya, “Fly Away” mengisahkan tentang usaha untuk melepaskan diri dari hubungan yang toksik, serta harapan yang tetap ada di tengah kegelapan.
Single ini menjadi titik penting dalam perjalanan kreatif DiMaggio. “Fly Away” menjadi rilisan pertama yang sepenuhnya ia tulis dan ia produksi sendiri, sebuah kebetulan yang terasa bermakna mengingat tema lagunya tentang merebut kembali kendali atas diri sendiri.
Lagu ini juga menjadi pengantar resmi untuk fase baru karier musiknya di bawah label independen yang baru ia dirikan, Passeri Records. Ia juga sedang mempersiapkan proyek besar yang dijadwalkan rilis pada musim semi mendatang.
DiMaggio menjelaskan bahwa “Fly Away” terinspirasi dari pengalaman pribadinya dalam hubungan yang tidak sehat. Meskipun ia akhirnya berhasil keluar, lagu ini ditulis saat ia masih terjebak di dalamnya. Ia menggambarkan perasaan ketika seseorang terus kembali, meskipun tahu bahwa situasinya menyakitkan. Menurutnya, lagu ini adalah ungkapan kerinduan terhadap versi diri yang cukup kuat untuk melepaskan
“Fly Away” juga menjadi bukti nyata konsep yang ingin dibangun melalui Passeri Records. Proyek ini mencerminkan persimpangan berbagai disiplin yang selama ini ditekuni DiMaggio, mulai dari musik, film, akting, tari, hingga koreografi laga dan penulisan.
Video musiknya dikembangkan selama berbulan-bulan, melalui proses latihan dan kolaborasi intens, dan mengubah lagu yang sangat personal menjadi pengalaman visual yang utuh, menggabungkan gerak, emosi, dan narasi sinematik.
Untuk mewujudkan visi tersebut, DiMaggio mengumpulkan tim kolaborator yang ia sebut sebagai “all-star team”, terdiri dari rekan-rekan kreatif yang ia temui selama bertahun-tahun berkecimpung di film independen dan berbagai proyek seni.
Video ini disutradarai oleh Annette Milburn, diproduseri Jonathan Oliviera, dan direkam oleh sinematografer Raphaël Edwards. Desain produksinya ditangani Grace Roden dan Jillian Rosadino, dengan koreografi ekspresif dari Monica Gallego. Salah satu momen kunci dalam video tersebut adalah pengambilan gambar one-take berdurasi 47 detik yang melibatkan lebih dari lima puluh orang kru dan pemain, menuntut presisi dan kepercayaan penuh antar departemen.
Pada intinya, “Fly Away” adalah pernyataan tentang kekuatan komunitas kreatif dan pemberdayaan. Melalui Passeri Records, Peter DiMaggio berupaya menghadirkan model kerja independen yang menempatkan kolaborasi dan kendali artistik di tangan para pembuatnya.
Proyek ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga hasil kerja kolektif, menegaskan keyakinan bahwa ketika kebebasan berkarya dan tujuan yang jelas bertemu, seni dapat benar-benar terbang.

