New Tracks
Putics Rilis “Pulang”, Eksperimen Emosi Dan Bunyi Yang Tersembunyi
Putics, grup musik alternatif eksperimental asal Jakarta, kembali mengekspresikan kegelisahan kreatif mereka melalui perilisan single terbaru berjudul “Pulang”. Lagu ini resmi dilepas ke seluruh platform streaming digital pada 2 Januari 2026 dan menjadi langkah lanjutan dari arah bermusik Putics yang terus bergerak, mencari, dan menolak untuk diam di satu titik yang sama.
“Pulang” hadir sebagai karya yang bersifat introspektif, menggambarkan kerinduan akan sebuah arah, baik itu menuju sesuatu yang lebih baik atau kembali ke tempat yang pernah ditinggalkan. Lagu ini tidak memberikan jawaban yang jelas, melainkan mengajak pendengarnya untuk menjelajahi proses pencarian makna itu sendiri.
Nuansa tersebut dihadirkan Putics melalui pendekatan musikal yang eksperimental, menggabungkan berbagai elemen dengan komposisi yang terasa pahit, tapi tetap menyisakan kesan manis.
Secara musikal, “Pulang” dibangun dengan warna vokal yang dreamy dan sedikit mengawang, memberi ruang bagi pendengar untuk tenggelam dalam suasana. Pola bass yang berjalan konstan menciptakan dorongan ritmis yang halus, nyaris mengajak tubuh untuk ikut bergerak.
Lapisan keyboard hadir dengan sentuhan lembut, sementara gitar diperdengarkan dalam tekstur kotor dan bergelombang. Di antara elemen-elemen tersebut, Putics menyisipkan bunyi-bunyian noise yang tidak berlebihan, tetapi cukup signifikan untuk memberikan karakter yang berbeda dan menegaskan sisi eksperimental dari lagu ini.
Keseluruhan aransemen tersebut mengantar “Pulang” menjadi ruang refleksi tentang kehilangan, harapan, dan upaya menemukan ketenangan. Lagu ini terasa seperti perjalanan batin yang perlahan, tidak tergesa, dan membiarkan emosi berkembang seiring waktu, seolah Putics ingin mengajak pendengar berdamai dengan proses yang sedang dijalani.
Lagu ini ditulis oleh Cepi, terinspirasi oleh dinamika kehidupan dan pencarian jati diri. Dalam “Pulang”, ia berusaha menerjemahkan kebutuhan manusia akan tempat kembali, baik secara fisik maupun emosional.
Proses rekaman dilakukan di Kinetik Records, Depok, kemudian dipoles lebih lanjut di Bandung oleh Abay, yang juga dikenal sebagai personel band Rub of Rub. Sentuhan akhir tersebut memberi keseimbangan antara kerapuhan emosi dan kekuatan sonik yang ingin disampaikan.
Putics berharap lagu “Pulang” bisa menjadi cerminan bagi banyak orang yang sedang berjuang dengan rasa rindu, kehilangan, atau kebingungan dalam mencari kejelasan. Lagu ini ditujukan untuk mereka yang merasa berjalan sendirian, sebagai pengingat bahwa kerinduan adalah bagian alami dari perjalanan menuju pulang. Visual artwork untuk single ini digarap oleh Hibatullah Sukma, melengkapi narasi emosional yang diusung.
Putics lahir di tahun 2025 sebagai simbol era baru yang lebih terbuka terhadap eksplorasi. Berawal dari pertemuan di kawasan pinggiran selatan Jakarta, band ini berkembang seiring perubahan formasi dan visi.
Saat ini, Cepi memainkan bass, Samuel di gitar, Zen sebagai vokalis, dan Yoel di synthesizer, menjadi empat personel yang menyatukan semangat untuk membangun identitas musik yang selalu bereksperimen. Melalui karya-karyanya, Putics berusaha merefleksikan kompleksitas kehidupan modern dan mengajak pendengar untuk menembus lapisan emosi dan suara yang membawa mereka ke dimensi yang berbeda.

