International
Ratboys Umumkan Album Baru Dan Rilis Video Musik “Anywhere”
Grup indie rock asal Chicago, Ratboys, resmi mengumumkan album terbaru mereka yang berjudul ‘Singin’ to an Empty Chair’ dan merilis video musik untuk lagu terbaru, “Anywhere”. Album ini dijadwalkan rilis pada 6 Februari 2026 melalui label New West Records dan menjadi rilisan pertama Ratboys di bawah naungan label tersebut.
Selain “Anywhere”, album ini juga memuat lagu “Light Night Mountains All That”, yang sebelumnya dirilis pada September lalu dan sempat menempati posisi teratas di daftar “Songs of the Week” di berbagai media internasional.
Formasi band terdiri dari Julia Steiner (vokal/gitar), Dave Sagan (gitar), Marcus Nuccio (drum), dan Sean Neumann (bass). Sebelumnya, mereka meraih apresiasi luas lewat album ‘The Window‘, yang dinobatkan sebagai album terbaik tahun 2023 oleh beberapa media musik independen.
Proses kreatif ‘Singin’ to an Empty Chair’ berawal dari sesi menulis dan demo di sebuah kabin di atas lahan seluas 75 hektar di kawasan Driftless, Wisconsin. Beberapa bulan kemudian, band ini kembali ke lokasi tersebut untuk sesi rekaman awal bersama produser Chris Walla (Death Cab for Cutie, Tegan and Sara).
Setelahnya, mereka melanjutkan proses di studio legendaris Electrical Audio milik Steve Albini di Chicago dan menuntaskannya di Rosebud Studio, Evanston, Illinois.
“Kami ingin memperlakukan album ini seperti selimut tambal sulam,” ujar Neumann dalam siaran pers. “Kami merekam lagu-lagu di berbagai tempat, sehingga setiap lagu memiliki suasana dan nuansa tersendiri. Beberapa bagian lagu bahkan direkam di ruang yang berbeda, dan kami berpindah antar ruang itu untuk membantu menceritakan kisah di tiap lagu.”
Julia Steiner, sang vokalis, mengaku pengalaman pribadinya banyak memengaruhi arah album ini. Ia mulai menjalani terapi sebelum proses rekaman dimulai, dan tema album pun terinspirasi dari teknik terapi “The Empty Chair”, di mana seseorang diajak untuk berbicara dengan sosok yang tidak hadir secara fisik, menggunakan kursi kosong sebagai perantara.
“Tema besar album ini adalah upaya saya mendokumentasikan pengalaman saat terpisah dari seseorang yang sangat dekat,” ungkap Steiner. “Album ini adalah cara saya memperbarui kabar kepada orang itu, semacam usaha untuk menjembatani jarak dan mengulurkan tangan ke ruang kosong di antara kami.”
Lagu “Anywhere” lahir dari inspirasi sederhana: anjing peliharaan keluarga Dave Sagan. “Setiap kali ibu Dave meninggalkan ruangan, dunia anjing itu seakan runtuh,” kata Steiner sambil tertawa. “Dari situ saya melihat cerminan tentang kecemasan akan keterikatan, sesuatu yang mungkin juga dirasakan banyak orang.”
Video musik “Anywhere” disutradarai oleh Bobby Butterscotch, yang menggambarkan perasaan kehilangan, ketergantungan, dan kerinduan dengan pendekatan visual yang lembut dan emosional.
Menutup kisah di balik pembuatan ‘Singin’ to an Empty Chair’, Steiner menyebut prosesnya sebagai pengalaman penuh harapan.
“Setiap hari yang kami lalui, baik yang penuh tawa maupun yang dipenuhi renungan, terasa seperti potongan hidup yang kami jahit jadi satu. Album ini adalah penanda waktu, semacam kapsul emosi yang suatu hari akan digali lagi ketika waktunya tiba,” ujarnya.


