New Tracks

Resurrect Bawa Amarah Kolektif Dalam Single Terbaru “Mati Rasa”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Resurrect

Resurrect kembali menyalakan bara dari Surabaya lewat single terbaru bertajuk “Mati Rasa”, yang resmi dirilis pada 21 November 2025. Lagu ini menjadi momen penting: untuk pertama kalinya sejak berdiri delapan tahun lalu, unit metal-hardcore ini merilis karya penuh dalam bahasa Indonesia.

Di balik teriakan dan distorsi yang menghantam, ada keresahan yang tak lagi bisa ditahan. Semua itu dirangkum dalam satu kalimat pembuka yang mencolok: “Kala harapan telah binasa direngut habis sang pendusta”.

“Mati Rasa” lahir dari tangan Billy selaku gitaris, dengan bantuan Anggoro pada penulisan lirik. Mereka tidak mencoba terdengar puitis atau keras kepala mengolah metafora rumit. Mereka memilih jalur lugas, mengangkat kondisi psikologis yang selama ini diam-diam menggerogoti, sekaligus menyorot situasi sosial yang dirasa stagnan.

Liriknya mengangkat tema tentang harapan yang terus dirampas oleh rakusnya para pemegang kuasa. Tentang amarah yang semakin menebal tetapi tidak bisa meledak ke mana-mana. Tentang rasa tidak berdaya yang perlahan berubah menjadi kebiasaan.

Band Resurrect

Billy menggambarkan “Mati Rasa” sebagai fase ketika seseorang tak lagi punya tenaga untuk bereaksi terhadap hal buruk yang datang bertubi-tubi.

Semua terjadi karena kesialan itu berulang tanpa henti. Pada titik tertentu tubuh dan kepala seperti sudah tidak punya ruang untuk memproses apa pun lagi,” ujarnya.

Pandangan itu diperkuat Anggoro, yang melihat lagu ini sebagai potret umum dari banyak orang hari ini. Menurutnya, rasa kebas bisa datang karena seseorang tumbuh dalam situasi yang terus bermasalah, sampai empatinya tumpul tanpa disadari.

Meski kelam, “Mati Rasa” tetap disampaikan dengan karakter agresif yang menjadi identitas Resurrect. Mereka mempertahankan distorsi tebal dan riff berlapis yang pernah terdengar di “Paradox”, single yang dirilis mereka pada 2023. Hanya saja, lagu terbaru ini terasa lebih berat dengan sentuhan negatif hardcore yang semakin menonjol.

Tempo yang menghantam keras dan vokal tajam mengarah pada ruang pelampiasan emosional yang sengaja dibuka selebar mungkin.

“Mati Rasa” juga disiapkan sebagai pintu pertama menuju album debut Resurrect yang direncanakan rilis pada 2026. Untuk sementara, para pendengar bisa menikmati single tersebut di seluruh layanan streaming digital, mulai Spotify, Apple Music, hingga YouTube.

Resurrect berdiri pada 2017, masa ketika geliat musik keras di Surabaya mulai mereda dibanding beberapa tahun sebelumnya. Di tengah situasi itu, mereka hadir sebagai energi baru yang berani merangsek masuk ke sisa-sisa panggung bawah tanah.

Band Resurrect Surabaya

Formasi mereka kini terdiri dari Dedy pada drum, Billy dan Azam pada gitar, Anggoro pada vokal, dengan Micho di bass. Mereka datang dari latar musik yang serupa: metal, hardcore, dan semangat perlawanan yang tumbuh dari mimpi besar anak-anak skena.

Nama Resurrect diambil dari semangat untuk bangkit. Bukan hanya bangkit dari bubarnya band-band lama, tetapi juga membangkitkan kembali jalur musik keras yang pernah menggairahkan kota itu. Metal-hardcore dipilih sebagai jalur tengah yang paling pas, tempat mereka bisa menjahit pengaruh Beartooth, While She Sleeps, Landmvrks, Guilt Trip, hingga The Ghost Inside, sambil tetap membentuk warna sendiri.

Di panggung, mereka bukan tipe band yang berdiri diam. Teriakan penuh emosi, riff berat, dan beat cepat adalah cara mereka memanggil penonton agar ikut masuk ke ruang pelampiasan yang sama. Resurrect selalu menempatkan panggung sebagai rumah tempat energi bisa pecah tanpa batas.

Hingga kini, mereka telah merilis satu EP berjudul “The Tunnel” pada 2022, lengkap dengan lagu “Feelin Blue”, serta single “Paradox” setahun setelahnya. “Mati Rasa” hadir sebagai karya terbaru yang sekaligus mengarahkan langkah mereka menuju album penuh pertama.

Perjalanan mereka di panggung juga tidak singkat. Dari Sidoarjo Hardcore, Surabaya Extreme, Surabaya Membara, Shockwave Fest, Distopia Fest, hingga 51 Fest dan berbagai gigs kampus, Resurrect sudah menguji diri di banyak kota.

Single terbaru ini menjadi tanda bahwa mereka tidak hanya bertahan, tapi terus melaju. Mereka masih memegang tujuan awal: membangkitkan kembali yang pernah hilang, dan membawa Surabaya tetap bersuara keras.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *