International

Safari Room Rilis Track Baru “Cloudy” Menyambut EP Terbarunya Di November

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Safari Room
Safari Room (credit: Chelsea Rochelle)

Penyanyi dan penulis lagu asal Nashville, Alec Koukol, kembali hadir dengan karya barunya di bawah moniker Safari Room, nama yang ia gunakan sejak debut pada 2020. Sejak saat itu, Koukol telah membangun reputasi sebagai musisi indie pop yang melodius, dengan produksi yang kaya, lirik yang melankolis, dan hook yang mudah diingat.

Debut album penuhnya, ‘Look Me Up When You Get There’, diikuti oleh album kedua ‘Complex House Plants’ (2022) dan ‘Time Devours All Things’ tahun lalu, menunjukkan konsistensi Koukol dalam menyajikan musik yang matang dan personal.

Tahun ini, sebelum merilis EP terbarunya, ‘How to Keep a Fire Burning’, ia juga meluncurkan beberapa single akustik dan EP berisi lagu-lagu cover yang menjaga momentum dan relevansi karyanya.

EP terbaru ini terdiri dari empat lagu dan menjadi ruang eksplorasi bagi Koukol untuk menggali tema kelelahan, ketekunan, dan perjuangan untuk terus maju meski energi mulai menipis. Dua single sebelumnya, “The Wheel” dan “Land of Open Doors”, telah memperkenalkan nuansa musik yang berbeda dalam proyek ini, dan kini Koukol menghadirkan lagu baru berjudul “Cloudy”.

Safari Room Alec Koukol

Safari Room / Alec Koukol (credit: Music Neighbors)

Berbeda dari ritme gitar yang dinamis di “Land of Open Doors”, “Cloudy” mengambil arah yang lebih lembut dan melodis. Koukol memainkan hampir semua instrumen sendiri, kecuali drum yang ditangani oleh produser Jard Corder. Lagu ini mengalir dengan ritme stabil yang menenangkan, didukung oleh aksen synth dreamy dan harmoni vokal yang melayang di bawah suara utama Koukol.

Melodi lagu ini bergerak dinamis: berkedip, memantul, hingga akhirnya meledak dalam chorus yang terasa anthemik. Liriknya menjadi pesan hangat Koukol untuk dirinya sendiri saat menghadapi kecemasan: “You need to slow down, and stop freakin’ out / Everyone can see you’re floating off the ground / Up into the sky, you’re gone / One day you may find you’re too far to be found / Maybe it’s time to settle down”.

Koukol menjelaskan bahwa lagu “Cloudy” muncul dari perjuangan dengan pikiran yang mengganggu dan kekhawatiran tentang hal-hal yang sebenarnya tidak ada. “Seperti banyak orang, saya sering kesulitan membayangkan sesuatu yang lebih buruk daripada kenyataan. Saya cenderung membuat segalanya menjadi rumit dan khawatir tentang apa yang mungkin terjadi di setiap tikungan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa lagu ini, seperti banyak lagu lainnya dari Safari Room, adalah catatan pribadi untuk mengingatkan dirinya agar tetap fokus pada saat ini dan tidak terjebak dalam pusaran pikiran yang berlebihan.

‘How to Keep a Fire Burning’ dijadwalkan rilis di semua platform pada 14 November 2025, yang menunjukkan bagaimana Koukol terus menghadirkan musik yang introspektif dan personal, namun tetap dapat menyentuh pendengar melalui melodi dan nuansa yang mudah diterima.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *