International
Slipknot Hidupkan Kembali Album Ikonik Lewat “25th Anniversary Edition”
Dirilis pada 29 Juni 1999, album debut self-titled Slipknot kini berstatus triple platinum dan dianggap sebagai salah satu karya klasik instan yang langsung mendapat tempat di hati penggemar sekaligus pujian dari kritikus musik.
Album ini hadir seperti bom Molotov yang menandai sebuah revolusi, meninggalkan pakem metal lama dan memperkenalkan pendekatan baru yang mengubah arah musik keras di generasi berikutnya. Dua puluh lima tahun kemudian, Slipknot merayakan tonggak sejarah ini dengan merilis edisi khusus berjudul “Slipknot (25th Anniversary Edition)” yang kini tersedia secara fisik dan digital melalui Roadrunner Records.
Rilisan edisi peringatan ini mengabadikan proses kreatif sembilan anggota asal Iowa saat mereka masih berstatus band pendatang baru, hingga bertransformasi menjadi kekuatan budaya yang menjalar ke seluruh dunia. Sebagai bagian dari perilisan, Slipknot juga merilis video resmi untuk lagu “Scissors” di kanal YouTube mereka, yang diambil dari ‘Welcome to Our Neighborhood, Pt. 2’.
Sebelumnya, “Slipknot (25th Anniversary Edition)” juga hadir dalam format box set terbatas. Hanya 100 piringan hitam edisi self-titled yang berisi cairan darah dirilis melalui situs rahasia 742617000027.net, dan semuanya terjual habis dalam hitungan detik hingga membuat situs tersebut tumbang.
Format fisik lainnya termasuk box set 6LP dengan piringan darah bercorak (terbatas 1.899 kopi yang juga ludes dalam hitungan menit), edisi 2LP dengan berbagai warna eksklusif, serta versi 2CD selain format digital di layanan streaming.

Slipknot 2LP (25th Anniversary Edition)
Konten dari edisi peringatan ini menampilkan album orisinal yang diproduksi oleh Ross Robinson, ditambah dengan rekaman-rekaman yang sebelumnya hanya terdengar di kalangan “orang dalam” band selama proses produksi.
Sumber-sumber ini diambil langsung dari arsip asli, termasuk versi alternatif, rekaman yang tidak pernah dirilis, serta test mix dari studio seperti SR Audio dan Indigo Ranch. Materi tambahan ini tidak hanya mengungkapkan keseluruhan cerita di balik lahirnya album ikonik tersebut, tetapi juga menunjukkan jalur kreatif dan keputusan artistik yang membentuk identitas Slipknot seperti yang kita kenal sekarang.
Tahun 1999 juga menjadi momen penting bagi Slipknot saat mereka benar-benar “meledak” di atas panggung. Tur dunia perdana mereka dikenang sebagai salah satu yang paling brutal, dengan penampilan yang menyebar dari mulut ke mulut hingga menjadi fenomena global.
Paket deluxe ini juga menyertakan rekaman konser penting: pertunjukan di Hartford, Connecticut tahun 1999 yang menangkap energi mentah dari panggung kecil, serta dokumentasi tur Inggris tahun 2000 yang menunjukkan bagaimana energi itu diangkat ke skala arena. Audio diambil dari rekaman digital soundboard, kemudian diremix dan dimastering ulang untuk pertama kalinya dengan kurasi langsung dari band.
Kebangkitan ini hadir di tengah kesuksesan “Here Comes The Pain Arena Tour”, tur perayaan 25 tahun yang tiketnya terjual habis di berbagai kota besar di dunia.
Dari Madison Square Garden di New York, dua malam di Intuit Dome Los Angeles, O2 Arena London, Accor Arena Paris, Ziggo Dome Amsterdam, Parque Bicentenario Mexico City, Scotiabank Arena Toronto, hingga penampilan pulang kampung di Knotfest Iowa. Setiap pertunjukan menghadirkan susunan lagu yang unik, banyak di antaranya diambil dari album debut mereka.

Slipknot 1999 ( doc. Band)
Album debut Slipknot berhasil menciptakan keseimbangan antara riff gitar yang menggelegar dan produksi khas Ross Robinson. Detail dalam penulisan lagu membuat album ini melampaui sekadar baik dan menjadi tolok ukur. Popularitas Slipknot pun melesat, bahkan mendekati posisi band-band senior yang mereka kagumi.
Dengan semangat yang tak pernah padam, mereka menaklukkan dunia dengan ide-ide baru. Hasilnya kini terlihat: puluhan miliar streaming, jutaan pengikut di berbagai platform, 64 nominasi penghargaan dengan 27 kemenangan, termasuk Grammy untuk “Before I Forget” dari ‘Vol. 3’, serta penampilan di festival-festival terbesar dunia seperti Download, Rock in Rio, Hellfest, dan Wacken.
Secara komersial, catatan mereka juga mengesankan dengan lebih dari 30 juta penjualan album dan video, menghasilkan 15 sertifikasi platinum dan 40 sertifikasi emas dari RIAA. Namun Slipknot tetap mempertahankan posisinya sebagai alternatif dari arus utama, menghadirkan suara yang berbeda bagi mereka yang merasa budaya pop tidak lagi mewakili.
Langkah visioner lainnya muncul pada 2012 ketika mereka mendirikan festival Knotfest, sebuah acara multi-panggung yang telah diadakan 28 kali di berbagai negara. Knotfest kemudian berkembang menjadi Knotfest.com, sebuah pusat media hiburan yang memberikan ruang bagi seniman dan pemikir bebas dengan visi yang sama.
Semua pencapaian ini menegaskan posisi Slipknot sebagai pionir lintas generasi, band yang dicintai oleh orang tua dan anak-anak mereka. Dengan sejarah panjang pertunjukan yang penuh intensitas dan deretan lagu yang selalu meninggalkan kesan, mereka berhasil membangun basis penggemar yang paling loyal sejak album perdana mereka dirilis.
Meski telah mencapai banyak hal, misi Slipknot tetap sama: terhubung secara mendalam dengan penggemarnya. Seperti yang diungkapkan Shawn “Clown” Crahan, salah satu pendiri, “Setiap kali saya naik panggung, jumlah orang di sana tidak pernah jadi soal, karena kultur saya, para maggots (fans Slipknot), selalu hadir.”
