International

Sunday (1994) Rilis “Shame”, Single Utama Dari ‘Devotion (Deluxe)’

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Sunday (1994) EP Devotion (Deluxe)
Sunday (1994) (credit: Jussy)

Unit alternatif asal Inggris, Sunday (1994) kembali memperkenalkan rilisan terbaru melalui single “Shame”. Lagu ini menjadi materi utama dari perilisan ulang EP kedua mereka, ‘Devotion (Deluxe)’, yang kini tersedia melalui label RCA Records. Kehadiran single ini mengikuti rangkaian tur Eropa yang baru saja mereka selesaikan, termasuk 17 pertunjukan sebagai penampil pembuka untuk The Last Dinner Party.

“Shame” menampilkan karakter musikal yang kuat dengan gitar twangy serta nuansa melodi yang mengingatkan pada lanskap alternatif era 1990-an. Pendekatan tersebut menghadirkan atmosfer sinematik yang terasa luas dan emosional. Band ini mengungkapkan bahwa beberapa pengaruh yang membentuk warna lagu ini berasal dari grup musik seperti The Cranberries dan The Cure, dua nama yang dikenal lewat pendekatan melodi gelap dan penuh perasaan.

Inspirasi utama di balik lagu ini muncul setelah para personel Sunday (1994) menonton film “Heavenly Creatures”. Film tersebut memicu ide tentang hubungan yang dipenuhi kesetiaan dan obsesi. Dari situ mereka mengembangkan narasi tentang dua sosok yang terikat oleh kedekatan emosional yang begitu kuat hingga menimbulkan konflik ketika hubungan mereka terpisah oleh tekanan dari lingkungan sekitar.

Menurut Sunday (1994), cerita yang mereka ciptakan dalam lagu ini menggambarkan dua karakter yang dipandang berbeda oleh orang-orang di sekitar mereka. Ketika hubungan mereka terpisah oleh pandangan sempit dari orang lain, salah satu dari mereka akhirnya mengambil langkah ekstrem untuk menjaga ikatan itu. Tema inilah yang menciptakan nuansa dramatis dalam lagu “Shame”.

Band Sunday (1994)

Perilisan “Shame” sekaligus membuka kembali perjalanan EP ‘Devotion‘ dalam versi yang lebih lengkap. Dalam format terbaru ini, ‘Devotion (Deluxe)’ menyajikan tiga lagu tambahan yang melengkapi materi sebelumnya. Setiap lagu baru tersebut dirilis bersamaan dengan visualiser yang memberikan dimensi visual pada keseluruhan proyek ini.

Dengan tambahan ini, katalog karya awal Sunday (1994) kini berkembang menjadi total 18 lagu sebelum mereka merilis album debut penuh. Rangkaian ini menunjukkan bagaimana band tersebut secara bertahap membangun identitas musiknya melalui rilisan-rilisan pendek yang konsisten.

Beberapa lagu dalam edisi deluxe ini juga menghadirkan pendekatan yang berbeda. Salah satunya adalah “Darling, I’ve Done This Dance Before”, yang memperlihatkan sisi melodius band dengan aransemen yang lebih terbuka. Lagu lain, “The Fairground”, hadir dalam format yang lebih minimal dengan vokal yang tenang dan tekstur suara yang terasa samar.

Menurut Sunday (1994), lagu “The Fairground” muncul sebagai refleksi dari dinamika industri musik. Lagu ini berusaha menangkap perasaan naik turun yang sering dialami oleh musisi ketika menghadapi ekspektasi publik dan realitas di balik panggung. Penulisan lagu ini juga terinspirasi oleh antusiasme besar yang muncul setelah kembalinya Oasis ke panggung konser baru-baru ini.

Bagi Sunday (1994), peluncuran ‘Devotion (Deluxe)’ bukan hanya sekadar edisi tambahan dari karya lama. Mereka melihat proyek ini sebagai penutup dari rangkaian cerita yang telah mereka bangun melalui EP ‘Devotion’ sejak awal.

Devotion (Deluxe) akhirnya dirilis. Tiga lagu baru ini menjadi penutup dari cerita Devotion. Dalam rilisan ini, kami berbicara lebih personal dari sebelumnya,” kata mereka tentang proyek tersebut.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *