International
Tooth Padukan Kekacauan Sonic Youth Dan Melodi Pop Di “Medicine”
Band alternatif asal London, Tooth, kembali merilis single terbaru bertajuk “Medicine”. Ini adalah rilisan kedua mereka dan menjadi langkah penting dalam perjalanan band ini di jalur independen Inggris. Single ini dirilis melalui label independen Soil To The Sun Recordings dan semakin menarik perhatian publik dalam beberapa bulan terakhir.
Proses rekaman “Medicine” dilakukan di Church Studios yang terletak di Crouch End, London. Lagu ini diproduseri oleh Kev Jones, yang juga dikenal karena keterlibatannya dengan Wunderhorse. Untuk tahap mixing dikerjakan oleh Vince Ratti, yang sebelumnya pernah bekerja dengan Scowl dan Turnover.
Secara musikal, “Medicine” memperlihatkan pendekatan yang cukup kontras. Struktur lagunya terasa rapi, tetapi di saat yang sama terdapat ledakan noise dan momen improvisasi yang liar. Beberapa bagian bahkan mengingatkan pada kekacauan sonik khas Pavement, terutama ketika gitar mulai dipenuhi feedback dan distorsi yang tidak sepenuhnya terkontrol. Hasilnya adalah lagu yang berada di antara dua kutub: sisi melodis yang mudah dinikmati dan energi agresif yang biasa mereka tampilkan di atas panggung.
Bagi Tom Pollock, yang merupakan vokalis sekaligus gitaris, pendekatan ini memang dirancang dengan sengaja sejak awal. Ia menjelaskan bahwa bandnya berusaha mengadopsi kekacauan musikal ala Sonic Youth lalu menatanya dengan struktur yang lebih jelas dan melodi yang lebih mudah diingat. Di balik lapisan distorsi dan dinamika gitar, lirik lagu “Medicine” ternyata berasal dari pengalaman yang lebih personal.

Menurut Pollock, lagu ini menggambarkan hasrat yang muncul terhadap seseorang. Sosok yang dimaksud tidak digambarkan secara spesifik, tapi justru ketidakjelasan itu memberikan ruang bagi emosi yang ia anggap penting dalam lagu ini.
Rilisan ini datang setelah periode yang cukup sibuk bagi Tooth. Nama mereka sempat masuk dalam daftar NME 100, daftar tahunan yang menyorot musisi baru yang layak diperhatikan. Lagu-lagu mereka juga mulai sering diputar di stasiun radio Inggris seperti BBC Radio 6 Music dan Radio X.
Di bawah manajemen Raw Power Management, perjalanan Tooth di panggung juga berkembang dengan cepat. Mereka sebelumnya tampil sebagai band pembuka untuk Dust, tapi kini telah mulai menggelar konser sendiri di berbagai venue penting di London. Salah satu penampilan mereka yang paling diingat adalah di The Lexington, yang tiketnya terjual habis dalam waktu singkat.
Saat ini, band beranggotakan empat orang tersebut tengah menjalani jadwal tur yang padat. Mereka dijadwalkan tampil sebagai penampil utama di The Windmill Brixton, sebelum melanjutkan tur Inggris sebagai band pendukung bagi Keo. Tooth juga telah dipastikan tampil di dua festival penting musim semi, yakni The Great Escape dan Dot to Dot Festival.
Dengan serangkaian aktivitas tersebut, Tooth perlahan memperkuat reputasi mereka sebagai salah satu nama baru yang patut diperhitungkan di kancah emo generasi kedua dan garage rock Inggris.
