International

Visa Anxiety Rilis EP ‘What Can I Get For You? Love’, Rangkuman Harapan, Kegelisahan, Dan Reinvensi

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Visa Anxiety
Visa Anxiety

Visa Anxiety muncul sebagai salah satu nama baru yang menarik di ranah indie rock, lahir dari sesi jamming larut malam dan obrolan panjang soal kegelisahan hidup. Dibentuk oleh Emilio, Jamie, Jimi, dan Ethan, kuartet ini mulai mencuri perhatian sejak 2021 lewat pendekatan musik yang mentah, penuh dorongan eksplorasi, dan langsung menyentuh para pendengarnya di berbagai negara.

EP terbaru mereka, ‘What Can I Get For You? Love‘, lahir dari proses penulisan lintas benua. Materinya digarap di Asia, Amerika Serikat, hingga Inggris yang menunjukan upaya merumuskan ulang jati diri di awal masa dewasa. Empat lagunya membentuk alur emosional yang bergerak dari pencarian makna hingga keputusan untuk melangkah maju dengan hati yang lebih ringan.

“Closed Eyes” membuka perjalanan dengan nuansa lembut. Lagu ini mengajak pendengar untuk benar-benar menapaki hidup, bukan hanya membiarkan hari lewat begitu saja. Lirik Mandarin yang muncul di beberapa bagian memberi warna halus yang menyatu dengan karakter gitar indie Inggris, mengarahkan proses perubahan sebagai langkah kecil dan penuh keberanian.

Visa Anxiety Band

Judul EP-nya, “What Can I Get For You, Love?”, lahir dari pengalaman Emilio saat bekerja sebagai bartender di The Cavern Club, Liverpool. Lagu ini menyoroti jarak emosional antara pekerja dan orang asing yang datang silih berganti, juga antara seniman yang sedang membangun karya dengan pekerjaan yang harus dijalani demi bertahan hidup. Ada lapisan reflektif tentang bagaimana masa lalu tempat legendaris itu berinteraksi dengan kenyataan hari ini.

“Life Is Worth It” hadir sebagai tanggapan terhadap meningkatnya fenomena “丧文化” (budaya keputusasaan), sebuah kultur pesimistis yang banyak dibicarakan generasi muda di Asia. Visa Anxiety menanggapinya dengan nada yang lebih penuh empati. Lirik bernuansa spoken poetry menyoal tekanan untuk tampil seolah menjalani hidup yang sempurna, sekaligus menyajikan cara pandang yang lebih jernih ketika menghadapi kekecewaan.

EP ditutup dengan “Summer Is Coming”, lagu yang terinspirasi dari kenangan Emilio di Los Angeles. Alih-alih menutup dengan nada sendu, mereka memilih momentum yang lebih cerah. Lagu ini terasa seperti momen kedatangan setelah perjalanan panjang, sebuah pilihan untuk memeluk harapan setelah melalui berbagai masa gelisah.

Melalui empat trek ini, Visa Anxiety menyusun catatan perjalanan tentang hidup yang terus bergerak. Mereka berada di persimpangan bahasa, kota, identitas, dan ekspektasi, dan EP ini terasa seperti potret jujur dari seseorang yang mencoba memahami dirinya di tengah perubahan yang tak pernah berhenti.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *