New Tracks

We Came Alive Membuka Ruang Gelap Di Single “14:54”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

We Came Alive

We Came Alive kembali melaju kencang dengan semangat baru. Setelah sebelumnya merilis cover dari lagu “Sebuah Tawa Dalam Cerita” milik unit senior mereka, band post-hardcore asal Jakarta ini resmi mengumumkan rilisan orisinal terbaru berjudul “14:54”. Lagu ini dirilis serentak pada 1 Agustus 2025 di seluruh platform digital dan dirilis tepat pukul 14:54, seperti judulnya.

Lagu ini muncul dari momen reflektif yang tidak disengaja. Shafa, yang dikenal sebagai penulis lagu, produser, sekaligus pemain synth untuk We Came Alive, menemukan ide dasarnya dalam situasi yang terbilang sepele.

Gue nemu notasinya pas bengong di jalan ke tempat kerja,” ujarnya. Namun dari momen sederhana itu, lahirlah komposisi yang tak hanya berdentum, tapi juga mengajak pendengarnya menyelami dunia batin yang tak tenang. Lewat “14:54”, Shafa ingin mengajak siapa pun yang mendengar untuk ikut merasakan “mimpi siang bolongnya”.

“14:54” menandai awal dari era baru We Came Alive. Dalam narasi yang mereka bangun, ini bukan hanya tentang musik, tapi tentang membuka ruang bagi siapa pun yang merasa tertinggal, ditinggalkan, atau disingkirkan. “Ini sinyal buat semuanya,” kata Shafa. “Kami ingin semua orang tahu, terutama yang merasa hancur atau dikucilkan, tempat kalian ada di sini, bersama kami. Join the sinners.”

Frasa “Join the Sinners” tak berhenti sebagai slogan. Ia menjadi titik gravitasi dari karya-karya We Came Alive berikutnya, termasuk album penuh yang dijadwalkan rilis pada Desember 2025 mendatang. “14:54” adalah gerbangnya, sekaligus ajakan bagi mereka yang tak menemukan rumah di tempat lain untuk singgah.

Band We Came Alive

Secara musikal, “14:54” tampil dengan energi yang meluap. Gitar dibesut seperti senjata, menerjang habis-habisan sejak awal lagu. Drum menggelegar dengan ketukan presisi, tak memberi ruang kosong. Di antara ledakan itu, hadir lapisan synth yang cerdas dan efektif, memberi nuansa yang lebih dalam tanpa mengganggu kekuatan utama lagu.

Ada ketegangan yang konstan, seperti berada di tengah badai yang memaksa pendengarnya untuk bertahan. Dentuman ini bukan sekadar bising, tapi punya rasa: ada kekhawatiran, ada amarah, dan semuanya tersalurkan dengan kekuatan penuh.

Sejak terbentuk pada 2017, We Came Alive dikenal sebagai salah satu kekuatan liar di ranah post-hardcore dan metalcore tanah air. Mereka sempat mencuri perhatian lewat single seperti “Hello and Goodbye”, “Chapter V”, dan “The Shadow Case”, yang dirilis antara 2017 hingga 2019. Namun momentum itu terhenti ketika mereka memutuskan hiatus pada 2020 setelah merilis “The Distorted Sun”.

Band post hardcore We Came Alive

Baru pada 2023, mereka muncul kembali dengan EP ‘The Chronicles of Moriarty’, sebuah rilisan ambisius yang menggali ruang paling gelap di luar angkasa, dengan lirik dan suasana yang penuh tekanan dan kehampaan.

Empat lagu di dalamnya menyuguhkan lanskap bunyi yang padat, penuh distorsi, namun tetap menyimpan struktur yang bisa diikuti. EP tersebut menjadi bukti bahwa We Came Alive tidak kehilangan arah, justru kembali dengan identitas yang lebih matang dan jelas.

Kini, melalui “14:54”, mereka menandai langkah berikutnya. Lagu ini bukan sekadar pernyataan kembalinya mereka, melainkan juga bentuk undangan terbuka. Bukan untuk menjadi pengikut, tapi untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar: komunitas kecil dari para “sinners” yang tahu bagaimana rasanya jatuh dan bangkit lagi.

Dengan formasi terkini: Sebyran di vokal, Aby dan Pradipto pada gitar, Ade di bass, dan Resha di drum, We Came Alive memadukan kekuatan lama dengan dorongan baru. Dan “14:54” jadi bukti paling mutakhir bahwa mereka belum selesai. Justru baru saja memulai bab berikutnya.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *