New Tracks
Weirdos Memulai Fase Baru Lewat Single “Just Lying”
Weirdos, kolektif rock alternatif asal Banjarmasin, kembali membuka percakapan emosional lewat single terbaru berjudul “Just Lying“. Lagu ini dirilis sebagai pengantar menuju album penuh mereka yang dijadwalkan hadir pada 2026, sekaligus menjadi fase baru dalam perjalanan kreatif band tersebut.
Untuk rilisan ini, Weirdos menggandeng Mondblume dalam sebuah kolaborasi yang terasa intim dan relevan, memperkuat suasana rapuh yang menjadi napas utama lagu.
“Just Lying” bergerak di wilayah perasaan yang kerap dihindari. Weirdos menyorot sosok yang berusaha keras tampil baik-baik saja, meski di dalam dirinya menyimpan luka yang tak kunjung sembuh. Narasi tentang kepura-puraan, kelelahan emosional, dan perasaan tak terlihat disajikan secara lugas, tanpa dramatisasi berlebihan.
Lagu ini terasa dekat dengan realitas banyak orang yang terbiasa menekan perasaan demi menjaga keseimbangan di hadapan orang lain.
Kolaborasi dengan Mondblume memberi warna emosional tambahan yang signifikan. Vokal Mondblume masuk dengan karakter yang lembut dan getir, menghadirkan kontras yang memperdalam atmosfer lagu. Kehadirannya ikut mempertegas tema besar tentang kejujuran yang sering tersembunyi di balik topeng ketegaran. Interaksi vokal antara Weirdos dan Mondblume menciptakan ruang dialog batin yang terasa personal.
Bagian lirik menjadi salah satu kekuatan utama “Just Lying”. Pengulangan kalimat “We just pretend to be alright / We just pretend to be okay / We just pretend to be fine — I’m fine / We’re just lying” terdengar seperti pengakuan yang diucapkan setengah berbisik, setengah pasrah.
Baris tersebut menegaskan betapa mudahnya manusia mengatakan “aku baik-baik saja”, meski kenyataannya jauh dari itu. Ada kehampaan dan rasa putus harapan yang dibiarkan menggantung, tanpa perlu dijelaskan secara gamblang.
Sementara itu, lirik lain seperti “Don’t you worry ‘bout me, I’m just hurt / Put a smile on my face, and I’ll face the world” menggambarkan kecenderungan untuk selalu mendahulukan orang lain. Weirdos menangkap kebiasaan ini sebagai sesuatu yang nyaris otomatis, sebuah refleks sosial yang sering membuat seseorang lupa memberi ruang bagi dirinya sendiri untuk pulih dan jujur terhadap rasa sakit yang dialami.
“Just Lying” juga berfungsi sebagai penunjuk arah bagi album mendatang. Lagu ini memberi gambaran bahwa Weirdos tengah bergerak ke wilayah yang lebih dewasa dan terbuka, baik dari sisi produksi maupun penulisan lirik. Pendekatan yang lebih personal dan transparan terasa menonjol, seolah band ini sedang mengajak pendengarnya untuk berani merayakan kejujuran, bahkan ketika kejujuran itu terasa pahit dan tidak nyaman.
Dengan “Just Lying”, Weirdos memperlihatkan kesiapan mereka memasuki episode baru sebagai band rock alternatif Indonesia. Lagu ini menjadi pernyataan awal bahwa perjalanan berikutnya akan diisi dengan refleksi yang lebih dalam, emosi yang lebih jujur, dan keberanian untuk tidak selalu terlihat kuat.
