New Tracks
“What’s Left Behind” Hadirkan Kontras Energi Dan Melankoli Ala Kingkong Milkshake
Trio rock alternatif/emo/pop punk asal Malang, Kingkong Milkshake, kembali hadir dengan karya terbaru. Mereka akan merilis maxi single berjudul “What’s Left Behind” pada 26 September 2025. Rilisan ini memuat dua lagu, “Regret Within” dan “Empty Room”, yang sama-sama membongkar lapisan perasaan kehilangan, penyesalan, dan secercah harapan di balik kegelapan.
Lewat dua lagu ini, Kingkong Milkshake tidak hanya mengedepankan energi rock alternatif yang keras dan cepat, tetapi juga menyalurkan intensitas emosional khas emo dan semangat pop punk yang jujur. “What’s Left Behind” menghadirkan pengalaman mendengarkan yang penuh gejolak, sebuah perjalanan dari rasa sakit hingga menemukan cahaya kecil di ujungnya.
“Regret Within” membuka kisah dengan ledakan energi. Lagu ini bercerita tentang perasaan terjebak dalam penyesalan, di mana luka masa lalu terus menghantui meski seseorang berusaha bertahan.
Lirik seperti “Still I’m searching for the dawn, hoping light will find me” menjadi representasi kegigihan untuk menemukan harapan yang tertutup oleh bayangan kelam. Dengan aransemen padat dan vokal yang digarap penuh intensitas, lagu ini terdengar seperti jeritan yang jujur sekaligus melepaskan.
Sementara itu, “Empty Room” mengambil jalan yang lebih reflektif. Lagu ini mengisahkan ruang kosong yang ditinggalkan oleh kepergian seseorang, di mana kenangan justru semakin nyata dalam ketiadaan.
Baris seperti “I see you now in every light” membingkai kesedihan yang intim, bahwa sosok yang hilang tetap hidup di dalam bayangan dan memori. Aransemen yang lebih melankolis dipadukan dengan melodi emosional menciptakan suasana sepi, mengajak pendengar untuk merenungkan kehilangan yang tak terelakkan.
Kedua lagu ini saling melengkapi, menegaskan dinamika antara perlawanan dan penerimaan. “Regret Within” berfungsi sebagai pelepasan amarah dan rasa sakit yang masih terbakar, sedangkan “Empty Room” menjadi cermin dari kesunyian yang penuh kenangan. Bersama, keduanya membentuk narasi utuh yang menunjukkan bahwa meski duka bisa begitu pekat, selalu ada cahaya kecil yang bisa ditemukan.
Sejak terbentuk pada 2012, Kingkong Milkshake telah menjadi bagian dari skena alternatif Malang dengan gaya musik yang emosional dan autentik. Melalui karya-karya mereka, band ini konsisten menggunakan musik sebagai sarana katarsis, baik bagi diri mereka sendiri maupun pendengarnya.
Dengan “What’s Left Behind”, Kingkong Milkshake menegaskan bahwa musik masih menjadi ruang untuk menyuarakan perasaan yang sulit diungkapkan, sekaligus menghadirkan kejujuran yang apa adanya.
Maxi single ini akan dirilis di berbagai platform digital pada 26 September 2025, menjadi langkah baru Kingkong Milkshake untuk terus beresonansi dengan siapa pun yang sedang mencari harapan di tengah kehilangan.

