International

Wide Orbit Pamer Sisi Psikedelik Di Single Terbaru “Soil”

Profile photo ofstreamous

Diterbitkan

pada

Wide Orbit
Wide Orbit (Photo by Ben Isaacs)

Wide Orbit, band baru asal Chicago, hadir dengan gaya indie rock yang santai dan penuh warna, memadukan nuansa lo-fi slacker rock era ‘90-an dengan dentingan gitar jangly ala rock ‘60-an. Beranggotakan enam personel dan dipimpin oleh penulis lagu Ryan Tuohy, band ini lahir dari pertemanan di kota kampus dan eksperimen bebas tanpa batas. Album debut mereka direkam secara live di sebuah ruangan kecil yang bahkan tak mampu menampung seluruh anggota band sekaligus.

Album penuh perdana mereka, yang diberi judul ‘Introducing…Wide Orbit’, akan dirilis pada 5 September melalui label independen 22TWENTY. Sebelumnya, mereka sudah membagikan tiga single baru sepanjang tahun ini: “Full of Feathers”, “What’s The Point?”, dan “Buddy”. Kini mereka merilis single terbaru berjudul “Soil”.

“Soil” menunjukkan sisi psikedelik Wide Orbit yang lebih menonjol. Lagu ini dibangun di atas riff gitar hipnotis yang mengalun sepanjang durasi, ditemani dentingan piano menurun dan vokal rendah nan dreamy yang seolah berbaur dalam lapisan instrumen. Sesekali, alunan santai itu terhenti oleh perubahan tempo menjadi ritme gelisah dan penuh lompatan, dibungkus harmonisasi vokal yang terdengar seperti keluhan samar.

Setengah perjalanan lagu, musik tiba-tiba meredup hingga nyaris hening sebelum kembali dengan groove baru. Dari sini, “Soil” masuk ke interlude berisik dan penuh tekstur, organ yang membuncah, gitar yang berpindah-pindah kanal suara, dan vokal yang sengaja dibuat terdistorsi dan tak tertebak.

Tak lama kemudian, mereka kembali ke pola awal, menutup lagu dengan riff gitar yang tak henti berdengung dan siulan ceria yang ringan. Hasilnya adalah sebuah perjalanan berliku ke ranah psych rock, menyajikan selingan kabur dari nuansa jangly di single-single mereka sebelumnya. Eksperimen ini terbukti berhasil, menghasilkan karya yang tetap hangat, mengundang, dan berani berpetualang.

Wide Orbit Band

Menurut Tuohy, “Soil” adalah bagian dari sisi “B-plot” album ini. “Kalau sebagian besar lagu di album condong ke arah rock/pop ‘60-an dengan tema yang lebih personal, lagu ini dan beberapa lainnya lebih ke arah psikedelik, eksperimental, introspektif, dan liriknya sengaja dibuat samar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses rekaman bagian bridge menjadi momen menyenangkan sekaligus menantang. Mereka merasa bagian itu “kurang sesuatu” yang tak bisa diperbaiki hanya dengan mengubah melodi, akor, atau instrumen, sehingga mereka mencari bunyi-bunyian unik untuk mengisinya, termasuk panning otomatis pada salah satu trek gitar dan monolog vokal yang dipitch-down lalu dibalik.

Setelah itu, tantangannya adalah mencampur semua elemen ini agar tetap terdengar musikal dan terasa disengaja,” tambah Tuohy.

Dengan “Soil”, Wide Orbit memperluas cakrawala musikal mereka. Bagi pendengar, lagu ini bukan hanya sekadar single psikedelik, tapi juga undangan untuk masuk ke dunia musik yang mengaburkan batas antara keindahan, eksperimentasi, dan spontanitas.

Album ‘Introducing…Wide Orbit’ akan menjadi debut yang layak diantisipasi ketika dirilis 5 September melalui 22TWENTY.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *