New Albums
Wolfseeds Resmi Debut Dengan EP “Wild Frank” Dan Perkenalkan Karakter Frank The Howler
Wolfseeds, unit hardcore crossover asal Pare, Kediri, resmi memperkenalkan rilisan perdana mereka dalam format EP bertajuk “Wild Frank”. EP ini terdiri dari lima lagu, yaitu “Intro”, “Happy Lowman”, “Pain”, “1.9.9.8”, dan “Dirty Chain”. Melalui EP tersebut, Wolfseeds memperlihatkan arah musikal mereka yang berpijak pada energi crossover thrash dan hardcore dengan pendekatan yang terasa modern dan agresif.
Wolfseeds digawangi oleh Deva pada vokal, Setya pada gitar, serta Jojo pada bass. Tiga nama ini membangun fondasi band dengan karakter permainan yang cepat, keras, dan lugas. Dalam “Wild Frank”, mereka meramu riff gitar yang tajam, melodi yang menegangkan, serta pukulan drum yang rapat untuk menciptakan atmosfer yang intens. Vokal yang dilontarkan Deva tampil penuh tekanan, memperkuat nuansa konfrontatif yang menjadi identitas musik mereka.
Proses pengerjaan EP ini telah dimulai sejak awal 2025. Setya Budi yang juga berperan sebagai gitaris mengambil tanggung jawab besar dalam proses produksi. Ia menangani berbagai aspek teknis sekaligus kreatif, mulai dari produser, operator rekaman, hingga engineer. Pendekatan mandiri tersebut memberi ruang bagi Wolfseeds untuk merancang arah suara mereka tanpa banyak kompromi.

Secara tematik, setiap lagu di dalam EP ini mencerminkan keresahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Wolfseeds mengangkat isu kegilaan sosial, rasa marah yang muncul akibat ketidakadilan, hingga sikap perlawanan terhadap struktur yang dianggap menindas. Bagi mereka, kegilaan bukan hanya gambaran emosional yang berlebihan, melainkan cerminan kondisi ketika manusia berhadapan dengan keserakahan dan ketimpangan yang terus berulang.
Dalam narasi yang mereka bangun, kemarahan tersebut tidak hanya berhenti sebagai emosi pribadi, tapi berkembang menjadi dorongan kolektif yang melahirkan kegelisahan dan keberanian untuk melawan. Tema-tema ini kemudian diterjemahkan melalui tempo cepat, riff yang kasar, dan vokal yang menekan dari awal hingga akhir lagu.
Selain memperkenalkan musiknya, Wolfseeds juga menghadirkan karakter maskot bernama Frank, atau dikenal sebagai Frank The Howler. Sosok ini digambarkan sebagai humanoid serigala yang akan selalu muncul dalam setiap rilisan band. Frank pertama kali diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran EP “Wild Frank” pada awal 2026, sekaligus menjadi elemen visual yang merepresentasikan identitas Wolfseeds.
Karakter Frank bukanlah simbol kosong. Dalam cerita yang dibangun oleh band, ia merupakan jiwa manusia yang bereinkarnasi dan mengalami mutasi ke dalam tubuh serigala yang kehilangan habitatnya akibat keserakahan manusia. Dari situ, Frank hadir sebagai figur yang membawa misi perlawanan terhadap penindasan, ketidakadilan, dan eksploitasi yang merusak keseimbangan hidup.
Melalui konsep tersebut, Wolfseeds mencoba merangkai hubungan antara musik, narasi, dan identitas visual. Frank tidak hanya menjadi maskot, tetapi semacam perpanjangan dari gagasan yang mereka suarakan lewat lagu.
EP “Wild Frank” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital. Rilisan ini menjadi langkah awal Wolfseeds dalam memperkenalkan diri ke audiens yang lebih luas, sekaligus memperlihatkan bagaimana energi hardcore dan crossover thrash dari Pare, Kediri, menemukan bentuknya dalam lima lagu yang agresif.
Support Gigsplay Dengan Saweria