New Albums

After Hours Membawa Keintiman Dan Nostalgia Dalam Mini Album “Stardust Diary”

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

After Hours

Trio asal Jakarta Timur, After Hours, resmi memasuki episode baru dengan merilis mini album perdana berjudul ‘Stardust Diary’. EP ini adalah semacam potret personal tentang cinta, harapan, dan mimpi yang lahir dari keseharian mereka. Dalam enam lagu yang mereka sajikan, After Hours mencoba menulis ulang perjalanan hidup dengan bahasa musik yang lembut dan jujur.

After Hours dibentuk oleh tiga bersaudara, Rassya, Tasya, dan Shasa, sebuah formasi yang terasa intim sekaligus unik di tengah skena alternatif Indonesia. Dengan mengusung warna alternative dream pop, mereka meramu suara yang hangat dan melayang, mengandalkan melodi yang menenangkan serta lirik yang sederhana.

Di ‘Stardust Diary’, mereka tidak hanya menampilkan kemampuan musikal, tapi juga kedekatan emosional antar saudara yang terasa di setiap detail aransemennya.

Judul ‘Stardust Diary’ punya makna yang sangat pribadi. Terinspirasi dari momen awal mereka bermusik di kamar kecil, tempat mereka menulis catatan harian sejak remaja, mini album ini adalah bentuk nyata dari perjalanan yang berawal dari ruang paling sederhana. Dari sana, mereka menuliskan cerita, harapan, dan potongan mimpi yang kini dirangkai menjadi karya penuh kehangatan.

Band After Hours

Track pembuka sekaligus lagu utama, “Forever”, menjadi pengantar yang lembut dan kuat. Lagu ini menyoroti perjuangan mempertahankan cinta di tengah ketidakpastian, disampaikan dengan melodi yang mengalun dan atmosfer khas dream pop.

Lagu-lagu lainnya: “Memories Linger”, “Him”, “Imaginary Love”, “Sideways”, dan “Fall Behind”, menghadirkan suasana yang lebih beragam, mulai dari nostalgia yang menenangkan, rasa kehilangan yang samar, hingga keberanian untuk menatap masa depan dengan kepala tegak.

Stardust Diary adalah kumpulan cerita pertama kami, semacam catatan perjalanan yang merekam bagaimana kami memulai. Kami ingin berbagi pesan bahwa mimpi sederhana pun bisa tumbuh menjadi sesuatu yang bermakna,” ujar After Hours.

Melalui EP ini, After Hours mencoba menegaskan posisi mereka di kancah musik alternatif Indonesia yang membawa kesejukan, kesederhanaan, dan sentuhan melankolis yang jarang ditemukan. Dengan pendekatan yang jujur dan produksi yang rapi, ‘Stardust Diary’ terasa seperti ajakan untuk berhenti sejenak, mengingat kembali hal-hal kecil yang pernah membuat hidup terasa hangat.

‘Stardust Diary’ akan tersedia di seluruh platform digital mulai 10 Oktober 2025. Sebuah debut yang menjanjikan dari trio muda yang tampaknya siap melangkah lebih jauh, membawa bintang-bintang kecil dari kamar mereka ke langit musik Indonesia.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *