New Tracks
“Aku Bosan” Jadi Langkah Lanjutan Dongker Dan Jason Ranti Menuju Album Penuh
Setelah merilis single perdana mereka yang berjudul “Salah Display” dengan semangat kolaborasi, Dongker dan Jason Ranti kini bersiap untuk meluncurkan single kedua yang berjudul “Aku Bosan”.
Lagu ini berdurasi dua menit dua puluh sembilan detik dan akan dirilis secara resmi pada 1 Agustus 2025 di semua platform streaming musik digital, lengkap dengan video musik yang juga akan dirilis pada hari yang sama. Rilisan ini merupakan bagian dari persiapan menuju album penuh yang sedang mereka kerjakan bersama.
Berbeda dengan kolaborasi pertama yang penuh energi, “Aku Bosan” mengambil pendekatan musikal yang lebih sederhana. Aransemen minimalisnya sangat terasa, memberikan ruang bagi nuansa lirik yang jujur dan reflektif.
Gaya ini mengingatkan kembali pada salah satu rilisan Dongker terdahulu, “Sedih Memandang Mimpi”, yang juga mengandalkan struktur musik yang lapang dan tidak berisik. Kesederhanaan itu justru memberi penekanan pada pesan lagu: tentang kejenuhan, kelelahan, dan rutinitas yang monoton.

Jason Ranti & Dongker (kiri ke kanan)
Dalam lagu ini, Dongker dan Jason Ranti berusaha untuk menghadirkan suasana yang kontemplatif. Baris pembuka yang lugas dan mudah diingat menjadi semacam pengakuan yang mewakili banyak orang. Kata “bosan” bukan hanya sekadar judul, tetapi juga menjadi benang merah emosi yang mengalir sepanjang lagu, sebuah perasaan yang lekat dengan keseharian mereka yang terjebak dalam siklus pekerjaan atau hidup yang begitu-begitu saja.
Meski terdengar sederhana, “Aku Bosan” justru menjadi titik penting yang menjembatani warna dan dinamika keseluruhan album mereka. Lagu ini menghadirkan sisi lain dari kolaborasi Dongker dan Jason Ranti: lebih tenang, lebih kontemplatif, namun tetap punya kekuatan naratif yang kuat.
Mereka tampak sengaja menempatkan lagu ini sebagai ruang istirahat dari keramaian, mengajak pendengar untuk sejenak berhenti, menarik napas, dan merasa tidak sendirian dalam kejenuhan.
Lewat “Aku Bosan”, Dongker dan Jason Ranti menunjukkan bahwa kadang yang paling relevan bukanlah gebrakan besar, melainkan pengakuan sederhana yang disampaikan dengan jujur.