New Albums
Assia Keva Menemukan Kedewasaan Emosional Di Mini Album “Forevermore”
Penyanyi dan penulis lagu asal Bali, Assia Keva, merilis mini album terbarunya berjudul ‘Forevermore’, sebuah karya yang menjadi fase baru dalam perjalanan musiknya. Album berisi lima lagu ini memotret perjalanan emosional Keva dalam menelusuri tema waktu, kehilangan, dan penerimaan diri.
Tiga lagu di antaranya, “Looking for Love in Wrong Places”, “Can We Be Friends Again?”, dan “Baby July”, telah lebih dulu hadir sebagai single, sementara dua lagu baru, “Back to You” dan “Forevermore”, melengkapi kisah yang utuh dalam mini album ini.
Seluruh proses produksi ‘Forevermore’ digarap bersama Pamungkas, musisi sekaligus penulis lagu yang dikenal dengan sentuhan personal dan sinematografis dalam karya-karyanya. Kolaborasi keduanya menghadirkan nuansa yang lebih matang dan berkarakter, memperlihatkan arah baru dalam musik Keva yang kini terdengar lebih percaya diri tanpa kehilangan sisi lembut yang menjadi ciri khasnya.
Keva menyebut mini album ini sebagai bentuk refleksi terhadap perjalanan hidupnya selama beberapa tahun terakhir.
“Aku belajar bahwa walau terus bertumbuh, bagian dari masa laluku akan selalu tinggal, mengajarkanku banyak hal dalam menghadapi hari ini dan masa yang akan datang,” ungkapnya.
Pernyataan itu menggambarkan bagaimana ‘Forevermore’ tidak hanya hadir menjadi catatan musik, melainkan ruang untuk menyusun ulang kenangan dan perasaan yang pernah hadir.
Track penutup sekaligus lagu utama, “Forevermore”, menjadi titik emosional paling kuat di mini album ini. Dengan aransemen yang hangat dan produksi yang minimalis, Keva membiarkan suaranya membawa kedalaman lirik tentang waktu dan pertumbuhan diri. Lagu ini terdengar jujur dan sederhana, namun justru di situlah kekuatannya, ia berbicara tanpa berlebihan, seolah mengajak pendengar untuk ikut mengenang dan berdamai dengan masa lalu.
Mini album ‘Forevermore’ kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Bagi Assia Keva, rilisan ini bukan hanya proyek musik, tetapi juga penanda bahwa dirinya telah melewati satu bab kehidupan dengan lebih tenang dan dewasa.
Dalam kesederhanaannya, ‘Forevermore’ terasa seperti surat terbuka: lembut, reflektif, dan penuh kejujuran tentang perjalanan menjadi manusia yang terus belajar menerima.
Support Gigsplay Dengan Saweria