New Albums
BABON Luncurkan ‘Tropical Desert’, Fatamorgana Suara Di Persimpangan Alam Dan Manusia
BABON akhirnya merilis album debut yang sudah lama mereka persiapkan. Bertajuk “Tropical Desert”, karya ini resmi meluncur pada 26 September 2025 melalui Wonderwheel Recordings, label rekaman berbasis Brooklyn yang dikenal konsisten merangkul musik lintas budaya.
Album ini hadir setelah trio asal Indonesia tersebut lebih dulu memperkenalkan tiga single pengantar, yaitu “Cacti Traveler”, “Mirage”, dan “Wolter Waltz”, yang memberi gambaran tentang arah musik dan narasi besar yang mereka bangun.
“Tropical Desert” adalah perjalanan konseptual yang menarasikan degradasi lingkungan di Indonesia. BABON merangkai alur cerita dari masa revolusi, masuk ke industrialisasi, hingga refleksi tentang hubungan manusia dengan alam dan keterasingannya di era modern. Setiap komposisi disusun seperti fragmen cerita yang saling terhubung, membentuk mosaik besar tentang kerentanan manusia dan lingkungannya.
Di tengah lanskap instrumental tersebut, BABON memberi kejutan dengan menghadirkan “Pesan Dari Gurun”, satu-satunya lagu vokal dalam album, yang menampilkan kolaborasi bersama musisi Frau. Lagu ini berdiri sebagai inti narasi, merangkum emosi album dalam bentuk suara yang lebih personal. Kehadiran Frau membawa warna intim yang memilukan, seakan menjadi fatamorgana di tengah padang suara “gurun tropis” BABON.
Secara musikal, BABON memperkenalkan konsep yang mereka sebut “Irama Gurun Tropis”. Perpaduan unsur tradisional Indonesia dengan sentuhan global terasa dominan, menghadirkan lapisan musik yang kaya. Trompet dan saksofon memberi aksen yang ekspresif, sementara ritme perkusi, gitar, dan organ yang dreamy menciptakan atmosfer sinematik. Hasilnya adalah pengalaman mendengarkan yang tak hanya menghibur, tapi juga menggugah imajinasi dan emosi.
“Album ini semacam perjalanan waktu sekaligus refleksi,” ujar Rayi Raditia, bassis BABON. Ia menekankan bahwa narasi yang dibangun tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang manusia yang kerap terjebak dalam sejarah dan pilihannya sendiri.
Wahyudi Raupp, drummer BABON, menambahkan bahwa meski setiap lagu punya cerita, keseluruhannya dirancang seperti potongan puzzle. “Bila disatukan, akan membentuk panorama besar,” ujarnya.
Dengan durasi hampir satu jam, “Tropical Desert” lebih dari sekadar album debut. Ini adalah catatan sonik yang mengajak pendengarnya untuk berdansa dan merenung, seolah-olah berjalan di antara hutan tropis yang lebat dan tersesat di gurun yang tandus. BABON menciptakan ruang untuk refleksi sosial dan ekologis tanpa mengorbankan kekayaan musikalitasnya.
BABON terdiri dari Rayi Raditia, Wahyudi Raupp, dan Rori Jiwa. Mereka dikenal karena kerap mengeksplorasi tema lingkungan dan drama kemanusiaan, dengan musik yang menggabungkan keroncong, dangdut, Afro-funk, Latin, jazz, hip-hop, dan nuansa Timur Tengah. Dalam penampilan live, mereka memperluas formasi menjadi tujuh anggota dengan tambahan seksi brass, yang semakin menguatkan energi yang mereka sebut “Tropical Desert Music”.
Album “Tropical Desert” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming, memperkenalkan suara unik BABON ke panggung yang lebih luas. Ini adalah debut yang tidak hanya menegaskan identitas mereka, tetapi juga menyuarakan keresahan zaman melalui bahasa universal: musik.
Support Gigsplay Dengan Saweria
