Flash News
Bangkit Dari Hiatus, Precious Bloom Siap Menyalakan Lagi Euforia Disko Asia
Band asal Jakarta, Precious Bloom, telah resmi kembali setelah masa hiatus yang cukup panjang. Dikenal dengan perpaduan khas antara disko dan psychedelia bernuansa Asia, grup ini kembali hadir membawa semangat baru sekaligus melanjutkan jejak mereka di panggung internasional.
Sebelum vakum, Precious Bloom berhasil meraih pencapaian luar biasa melalui Mini Tour Eropa tahun lalu. Mereka tampil di Sunny Side Up Festival di Belanda, kemudian melanjutkan ke Festival Boulevard, dan menutup tur di Flow Festival, Helsinki, berbagi panggung dengan artis-artis besar seperti Halsey, Jessie Ware, Idles, Fred again.., dan Pulp.
Setelah itu, mereka melanjutkan tur ke Australia dan menggelar tiga pertunjukan spesial di Melbourne, menunjukkan energi yang sama kuatnya di setiap penampilan.
Formasi Precious Bloom sebelumnya terdiri dari Robert Mr. di gitar, Karell William di drum, Renita Martadinata sebagai vokalis latar, Adinda Dwimadasari sebagai vokalis utama, dan Dea Barandana yang memainkan bass serta synth. Dengan kolaborasi yang kuat di antara anggotanya, band ini dikenal memberikan pengalaman panggung yang eklektik dan penuh energi, menggabungkan ritme dansa dengan atmosfer psikedelik yang unik.

Kini Precious Bloom siap kembali mengguncang skena musik Indonesia. Penampilan perdana mereka pascahiatus akan berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober, di Space Available Kemang, Jakarta.
Acara ini juga menjadi pembuka bagi episode baru perjalanan mereka. Tak berhenti di situ, mereka juga tengah menggarap album terbaru yang dijadwalkan rilis tahun depan, disertai dengan pengumuman formasi baru dan rangkaian tur yang akan segera diumumkan.
Dipimpin oleh Adinda Dwimadasari dan Dea Barandana, Precious Bloom telah menjadi sorotan berkat pendekatan musiknya yang inovatif. Mereka berhasil menggabungkan elemen disko modern, psychedelia, dan nuansa budaya Asia, yang memberikan warna unik pada musikalitas mereka.
Eksperimen ini sudah terlihat dalam album debut ‘Consequences’ (2023) dan EP ‘Lunar Fantasies’ (2023), dua rilisan yang mendapatkan sambutan positif dari penggemar dan kritikus musik internasional. Sementara itu, single “Flashlight” (2024) semakin mengukuhkan posisi mereka di kancah musik lokal.
Dengan semangat baru dan arah artistik yang semakin matang, Precious Bloom tampak siap untuk memulai babak baru. Kembalinya mereka bukan hanya sekadar nostalgia, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa band ini masih memiliki banyak cerita untuk disampaikan: dalam ritme, warna, dan cahaya yang menjadi ciri khas mereka.


