New Albums
Batu Besi Pasir Menyusun Dunia Gelap Baru Lewat Album ‘Movimiento’
Batu Besi Pasir menutup November dengan pencapaian penting. Pada Jumat, 28 November 2025, kuartet gothic rock asal Jakarta itu merilis album penuh perdana mereka, ‘Movimiento‘.
Proyek ini bukan perjalanan singkat. Sejak mulai digarap pada pertengahan 2022, album tersebut melewati beberapa pergantian personel, revisi aransemen yang tak terhitung, hingga proses produksi yang terus dipoles sampai menemukan bentuk final yang mereka anggap paling mencerminkan karakter Batu Besi Pasir.
‘Movimiento’ memuat sebelas lagu yang mengangkat tema-tema eksistensial yang selama ini menjadi identitas Batu Besi Pasir. Kematian dan kelahiran, stagnasi dan gerak, keterasingan dan pencerahan kecil yang muncul dari sela-sela kegelapan menjadi sumbu utama dari album ini.
Mereka merangkai gothic rock dengan pendekatan multidisipliner, membiarkan palet musik mereka bergerak seliar mungkin tanpa meninggalkan atmosfer pekat yang sudah mereka bangun sejak hari pertama.
Beberapa nomor yang sudah lebih dulu dikenal, seperti “Ia Menuruni Bukit Itu Dan Melihat Dirinya Sendiri Melihat Dirinya Menuruni Bukit Itu” dan “Danau”, ikut hadir di album ini. Duo remake “Angel Arm” dan “Stigmata Martyn” memperdengarkan bagaimana band ini mengevaluasi ulang masa lalunya, lalu menyuntiknya dengan energi baru yang lebih matang dan lebih berani menyimpang.

‘Movimiento’ juga berdiri kuat berkat kehadiran sejumlah kolaborator. Sherina Redjo mengisi vokal dan keyboard di “Bukit” yang memberi suara lembut, memantul dengan indah di tengah aransemen gelap.
Michelle Limanjae membawa sensitivitas songwriting yang khas di “Danau”, menghadirkan nada yang raw dan emosional. Penyair Nurul Lathifah menambahkan dimensi baru lewat spoken word di “Kau Kehilangan Banyak Puisi”, sementara gitar solo The Sumancay di “Psalms” memberi momen heroik yang terasa seperti ledakan cahaya di ruang yang remang.
Secara musikal, album ini bergerak antara euforia dan melankolia, kadang sunyi dan spiritual, kadang liar dan abrasif. Ada nuansa ethereal yang bergesekan dengan kesadaran politis, ada atmosfer naturalistik yang tiba-tiba berubah tajam.
Batu Besi Pasir mendorong ulang batas-batas gothic rock, memperluasnya menjadi lanskap yang lebih radikal dan tak terduga. Dalam banyak momen, ‘Movimiento’ terasa seperti perjalanan psikis: menyesap gelap, mencari cahaya, lalu kembali tenggelam untuk menemukan bentuk baru.
Album ini kini tersedia di berbagai platform musik, kecuali Spotify, termasuk Bandcamp dan Subvert, dua kanal yang selama ini dekat dengan komunitas musik alternatif.
Batu Besi Pasir terbentuk pada 2019. Formasinya saat ini terdiri dari Sailendra pada vokal, Vashtya pada gitar, Kamsani pada drum, dan Rehayl pada bass. Mereka dikenal sebagai band yang kerap menembus batas post-punk, memadukannya dengan elemen elektronika, ambient, hingga pendekatan lirik yang merayakan romantisisme gelap dengan sentuhan politis yang terselip rapi.
Di atas panggung, mereka menghadirkan penampilan teatrikal dengan fashion yang mencolok, menciptakan dunia kecil yang intens dan mengaburkan batas antara musik dan performans. Dengan ‘Movimiento’, Batu Besi Pasir tampaknya sudah menemukan pijakan baru; lebih luas, lebih ambisius, dan lebih berbahaya dengan cara yang menarik.
Support Gigsplay Dengan Saweria