International

Bleech 9:3 Menemukan Kejernihan Emosi Di Single “Cannonball”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Bleech 9:3
Bleech 9:3 (credit: Tatiana Pozuelo)

Duo asal London, Bleech 9:3, kembali merilis single terbaru mereka berjudul “Cannonball”, rilisan ketiga yang semakin menegaskan posisi mereka sebagai salah satu nama paling menarik di jalur musik alternatif Inggris saat ini.

Digawangi oleh Baz Quinlan dan Sam Duffy, dua musisi asal Dublin, Bleech 9:3 lahir dari pertemuan yang unik. Keduanya bertemu dalam sebuah program pemulihan 12 langkah, di mana Baz berperan sebagai sponsor bagi Sam. Dari ruang yang penuh kejujuran dan kerentanan inilah kolaborasi kreatif mereka mulai berkembang.

Setelah menetap di London pada tahun 2024, Bleech 9:3 bergerak cepat menarik perhatian. Dukungan dari media seperti The Guardian, Dork, dan Kerrang! datang tak lama setelah mereka merilis materi awal.

Musik mereka dipandang sebagai medium untuk menyalurkan pengalaman personal yang intim, terutama soal proses menghadapi diri sendiri, kehilangan kendali, dan upaya membangun hidup yang lebih sehat. Ikatan emosional yang terbentuk selama perjalanan menuju kesadaran inilah yang  menjadi dasar utama dalam cara mereka menulis dan membawakan lagu.

Menurut Baz dan Sam, atmosfer pertemuan dalam program pemulihan membuat mereka sejak awal terbiasa bersikap terbuka satu sama lain. Kerentanan yang dibagikan di ruang tersebut menciptakan rasa percaya, sekaligus mempermudah mereka untuk saling memahami. Hal ini terasa kuat dalam “Cannonball”, lagu yang ditulis di rumah Sam setelah keduanya menjalani sesi pemulihan bersama.

Bleech 9:3 single Cannonball

“Cannonball” menangkap momen penting dari kesadaran emosional. Lagu ini mengungkapkan pemahaman bahwa ketertarikan romantis di masa lalu sering kali merupakan bentuk pemujaan yang keliru. Dalam pengakuan tersebut, Bleech 9:3 menemukan ketenangan dan semacam keajaiban kecil yang muncul justru setelah sebuah hubungan berakhir. Lagu ini menangkap perasaan lega yang datang bersamaan dengan kejelasan.

Baz menjelaskan bahwa lagu tersebut ditulis di belakang rumah Sam, tak lama setelah mereka menghabiskan waktu untuk membahas hal-hal terkait pemulihan. Baginya, “Cannonball” adalah cerminan tentang bagaimana cinta yang tidak sehat dapat mengubah makna cinta itu sendiri. Momen jernih di akhir lagu menjadi tanda bahwa proses pemulihan yang mereka jalani mulai menunjukkan hasil.

Sementara itu, Sam mengenang pertemuannya dengan Baz sebagai pengalaman yang hampir tidak bisa dipercaya. Bertemu dengan seseorang yang memiliki usia, mimpi, latar belakang kota, dan perjuangan yang sama membuat mereka segera menyadari bahwa mereka bisa saling mendukung. Kesadaran akan kelangkaan pertemuan semacam itu, menurut Sam, bisa membuat seseorang merasa bingung jika terlalu dipikirkan.

Melalui “Cannonball”, Bleech 9:3 tidak hanya mempersembahkan lagu baru, tetapi juga menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi ruang aman untuk merayakan kejujuran, proses penyembuhan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *