New Tracks

“Bread & Circus” Jadi Pembuka Rilisan Baru The SIGIT

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

The Sigit

Setelah enam tahun tanpa rilisan baru, The SIGIT kembali dengan single terbaru berjudul “Bread & Circus”, yang sekaligus membuka langkah terbaru dalam perjalanan mereka. Lagu ini dirilis pada 3 April 2026 di berbagai platform streaming, disertai video musik yang tayang perdana di kanal YouTube resmi mereka pada malam hari di tanggal yang sama.

Perubahan paling terasa dalam fase ini datang dari komposisi personel. Tiga nama baru, yakni Absar Lebeh (gitar), Aghan Sudrajat (bas), dan Raveliza (drum), kini bergabung sebagai anggota resmi, melengkapi formasi bersama dua personel lama, Rektivianto Yoewono (vokal, gitar) dan Farri Icksan Wibisana (gitar). Kehadiran formasi baru ini membawa dinamika yang berbeda dalam proses bermusik.

Dengan bertambahnya tiga orang baru, ada etos yang berbeda, dinamika komunikasi yang berbeda, yang mana semuanya membutuhkan adaptasi. Kebetulan, proses adaptasi tersebut bisa dijalankan perlahan sambil bermusik,” ujar Rekti. Ia menggambarkan bahwa proses penyesuaian berlangsung secara organik, berjalan beriringan dengan proses kreatif yang mereka jalani.

“Bread & Circus” hadir sebagai pengantar dari arah musikal yang kini mereka eksplorasi. Lagu ini tetap berpijak pada karakter guitar-driven rock yang telah lama melekat pada The SIGIT, namun kini diperkaya dengan penggunaan synthesizer dan elemen elektronik. Pendekatan tersebut mengarah pada nuansa psychedelic rock yang terasa lebih luas dalam spektrum bunyi mereka.

Dari sisi lirik, lagu ini mengangkat isu struktural yang berkaitan dengan perampasan ruang serta penyalahgunaan kekuasaan dalam pengelolaan sumber daya alam. Narasi tersebut dibangun sebagai cerminan terhadap kondisi yang terjadi, dengan penekanan pada dampak jangka panjang yang harus ditanggung oleh alam dan lingkungan.

The Sigit Band

“Bread & Circus” juga menjadi pintu masuk bagi arah penulisan The SIGIT ke depan, yang kini lebih banyak menyoroti isu-isu yang lebih luas.

Keterlibatan personel baru juga memberi pengaruh dalam proses produksi. Rekti mengakui bahwa perbedaan pendekatan bermain dari Absar, Aghan, dan Ravel membuka kemungkinan baru dalam aransemen.

Kehadiran mereka jelas membawa nuansa yang berbeda pada hasil akhir karena cara bermain mereka yang sangat berbeda dengan kebiasaan formasi lama. Perspektif dan perbendaharaan musikal merekalah yang membuka cakrawala dalam pembuatan dan aransemen lagu,” lanjutnya.

Dalam proses penggarapan, The SIGIT turut melibatkan sejumlah kolaborator. Tanya Ditaputri dari Rattles berkontribusi pada vokal latar, sementara produksi dan mixing ditangani oleh Budianto Setyadi. Untuk aspek visual, artwork dan materi foto digarap oleh Gunkbudi bersama Refantho Ramadhan.

Selain single ini, The SIGIT juga tengah menyiapkan rangkaian materi baru lainnya. “Bread & Circus” menjadi titik awal dari deretan rilisan yang akan datang, menyusul jeda panjang sejak single “Another Day” yang dirilis pada 2020.

Rekti menyebut bahwa materi lain yang telah mereka siapkan memiliki daya tarik yang tidak kalah kuat. “Saya rasa lagu-lagu baru lain yang sudah kami buat bersama juga memiliki daya tarik yang tidak kalah menarik dengan ‘Bread & Circus’. Ada pembaruan yang terasa,” tutupnya.

Dengan rilisan ini, The SIGIT kembali bergerak dengan pendekatan yang lebih luas, tetap berakar pada identitas lama namun membuka ruang bagi eksplorasi yang lebih beragam.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *