International
Cavetown Dan Risiko Kedewasaan Dalam Album “Running With Scissors”
Cavetown, proyek musik milik musisi Inggris Robin Skinner, resmi merilis album terbarunya bertajuk ‘Running With Scissors’ yang kini tersedia melalui Futures Music Group. Album ini hadir sebagai pernyataan fase baru dalam perjalanan Skinner, sebuah karya yang bergerak di wilayah emosional yang lebih luas, merekam momen transisi yang sering terasa canggung antara masa muda dan kedewasaan.
Secara musikal, album ini mempertemukan berbagai pendekatan suara, dari hyper-pop yang tajam, dentuman gitar yang berat, hingga nuansa dream-pop yang selama ini menjadi identitas Cavetown.
Peluncuran album ini juga disertai dengan single utama “Cryptid” beserta video musiknya. Lagu ini, bersama film pendek yang menyertainya, mengeksplorasi pengalaman masa muda Skinner melalui metafora makhluk-makhluk yang bersembunyi di bawah tanah.
Dalam visualnya, para “cryptids” digambarkan sebagai sosok yang terasing dari dunia luar karena ketakutan dan ketidakpahaman, sebelum akhirnya memilih untuk muncul dan menantang narasi yang selama ini melekat pada mereka. Meskipun berasal dari pengalaman pribadi, pesan yang ingin disampaikan Skinner lebih universal, mengajak penonton untuk merenungkan bagaimana masyarakat sering memberi label “yang lain” pada identitas tertentu.
Skinner mengungkapkan bahwa proses mencintai dirinya sendiri membuka ruang bagi emosi lain yang selama ini terpendam, termasuk kemarahan terhadap hal-hal yang sebelumnya diabaikannya.

Ia berharap lagu-lagu ini dapat memberikan rasa pemberdayaan, terutama ketika dinyanyikan kembali oleh pendengar yang mungkin merasakan hal serupa. Pendekatan ini terasa konsisten sepanjang album, yang ditulis selama proses penyembuhan intensif dalam dua tahun terakhir.
‘Running With Scissors’ sangat dipengaruhi oleh dua perubahan besar dalam hidup Skinner. Yang pertama adalah jatuh cinta pada seseorang yang ingin ia ajak membangun masa depan bersama. Yang kedua adalah kelahiran saudara kandung pertamanya, yang terpaut usia 26 tahun darinya.
Pengalaman ini memicu refleksi mendalam tentang sejarah keluarga, konsep maskulinitas, dan tanggung jawab yang kini dirasakan. Di sepanjang album, Skinner mengeksplorasi gagasan tentang “mengasuh diri sendiri”, memilih nilai-nilai pengasuhan yang ingin diteruskan, sekaligus melepaskan pola lama agar bisa hadir dengan cara yang lebih sehat bagi orang-orang terdekatnya.
Album ini dibuka dengan “Skip,” sebuah lagu romantis yang ringan dan cerah, yang menurut Skinner adalah lagu pertamanya yang ditulis dengan nada positif. Lagu ini menangkap kegembiraan mencintai dari ruang yang aman, sebelum mengalir langsung ke “Cryptid” yang menunjukkan bagaimana cinta dan amarah bisa berjalan beriringan.
“Rainbow Gal” menghadirkan rasa intim dalam jarak melalui tekstur suara 8-bit, sementara “Baby Spoon” menyajikan pandangan baru tentang maskulinitas lewat kelembutan dan kepedulian. Lagu-lagu seperti “NPC,” “Reaper,” dan “Straight Through My Head (DO IT!!!)” menyinggung isu disosiasi, kelelahan mental, pikiran intrusif, serta upaya bertahan hidup.
Di sisi lain, “No Bark, No Bite” dan “Micah” mengangkat tema tentang keluarga, warisan, dan sosok pria serta saudara yang ingin diwujudkan Skinner dalam dirinya.
Dari sisi proses kreatif, album ini juga menjadi tonggak penting bagi Cavetown. Untuk pertama kalinya, Skinner membuka ruang kolaborasi dalam penciptaan lagu, bekerja bersama Chloe Moriondo, Underscores, Ryan Raines, David Pramik, dan Couros. Kontribusi mereka memperluas lanskap sonik Cavetown tanpa menghilangkan karakter personal yang selama ini dikenal pendengar.
Album ini ditutup dengan lagu berjudul sama, “Running With Scissors”, yang merangkum metafora utama album tentang kedewasaan sebagai risiko dan ketidakseimbangan, namun tetap menuntut keberanian untuk terus melangkah. Bagi Skinner, hidup penuh dengan hal-hal menakutkan sekaligus menyenangkan, dan semuanya akan terlewat jika tidak berani mencoba.
Di luar musik, Cavetown tetap aktif sebagai pembangun komunitas. Melalui inisiatif This Is Home, Skinner telah membantu menggalang lebih dari 700 ribu dolar (Rp. 11.8 milyar) untuk organisasi yang mendukung perumahan, kesehatan mental, program kreatif, dan layanan krisis bagi anak muda.
Semangat kepedulian dan advokasi ini terasa menyatu dengan tema-tema dalam ‘Running With Scissors’. hal ini menunjukkan evolusi Skinner bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai individu yang ingin berkontribusi pada dunia di sekitarnya.
Dengan dirilisnya album ini, Cavetown melangkah ke fase dewasa sambil tetap menjaga hubungan dengan pendengar yang tumbuh bersamanya. Skinner menekankan bahwa karyanya kini tidak lagi ditujukan untuk anak-anak, melainkan sebagai ajakan untuk bersama-sama menghadapi perubahan dengan jujur dan terbuka.
Support Gigsplay Dengan Saweria