New Tracks

Dari Pesisir Gunungkidul, Wakeupkids! Perkenalkan “Titik Temu”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Wakeupkids!

Unit pop punk asal Gunungkidul, Wakeupkids!, membuka langkah baru lewat perilisan single “Titik Temu” yang dirilis sebagai pengantar menuju debut EP mereka, ‘Cycle of Affection’, yang dijadwalkan meluncur tahun depan. Lagu ini menjadi salam perkenalan yang menegaskan posisi Wakeupkids! sebagai band muda dari wilayah pesisir selatan yang berani menyuarakan cerita personal melalui bahasa musik modern.

Wakeupkids! berasal dari Padukuhan Walikangin, sebuah kawasan di Gunungkidul yang lekat dengan kehidupan pedesaan. Latar tersebut tidak membuat mereka terputus dari denyut musik urban. Justru sebaliknya, band ini memilih pop punk sebagai medium untuk menjembatani realitas kampung dengan dinamika anak muda kota.

Menariknya, para personel Wakeupkids! tetap berakar pada budaya setempat. Di luar aktivitas band, mereka juga dikenal sebagai pengiring musik kesenian Jathilan di kampungnya, sebuah keseharian yang turut membentuk karakter musikal mereka.

Band Wakeupkids!

“Titik Temu” mengangkat kisah sederhana tapi dekat dengan banyak orang. Lagu ini bercerita tentang seorang pemuda desa yang sempat kehilangan harapan dalam urusan percintaan akibat kegagalan yang berulang. Di titik terendah itu, ia justru menemukan sosok yang selama ini dicari.

Narasi tersebut disampaikan dengan pendekatan yang lugas dan emosional, sehingga lagu ini terasa personal tanpa terjebak romantisasi berlebihan. Single ini sudah rilis di seluruh platform streaming digital pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Perilisan “Titik Temu” juga menjadi langkah berani Wakeupkids! untuk masuk ke industri musik yang lebih luas, di tengah keterbatasan akses yang mereka hadapi sebagai band dari daerah. Alih-alih menjadikan kondisi tersebut sebagai hambatan, Wakeupkids! memilih menjadikannya bahan bakar untuk terus bergerak dan berkarya.

Band Wakeupkids! Gunungkidul

Afilan Bagti, gitaris sekaligus vokalis Wakeupkids!, menegaskan bahwa band ini tidak dibentuk hanya untuk mengejar popularitas. Menurutnya, Wakeupkids! hadir sebagai ruang untuk menerjemahkan emosi, dari kesedihan hingga kebahagiaan, ke dalam musik yang bisa terasa dekat bagi pendengarnya. Mereka ingin lagu-lagu yang mereka tulis menjadi penghubung antara rasa sepi dan kebersamaan, serta antara hiruk pikuk hidup dan momen-momen sunyi.

Melalui “Titik Temu”, Wakeupkids! berupaya membangun kedekatan dengan pendengar dan menemani fase-fase yang sedang mereka jalani. Lagu ini diposisikan sebagai refleksi keseharian remaja, di mana kesedihan dan kebahagiaan kerap hadir bersamaan. Wakeupkids! berharap musik mereka tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan dan mampu menyatukan pendengar dari berbagai latar, baik desa maupun kota.

Dengan dirilisnya “Titik Temu”, Wakeupkids! seperti menyampaikan pesan sederhana bahwa kreativitas tidak mengenal batas geografis. Dari Gunungkidul, mereka membuktikan bahwa karya bisa lahir dari mana saja, selama ada kejujuran dan keberanian untuk bersuara.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *