International
Deary Umumkan Album Debut “Birding”, Rilis Single Pembuka “Seabird”
Trio shoegaze asal London, deary, mengumumkan album debut mereka yang berjudul ‘Birding’. Bersamaan dengan pengumuman ini, mereka juga merilis single utama berjudul “Seabird” yang menjadi pembuka perjalanan album yang dijadwalkan rilis pada 3 April melalui label Bella Union. Rilisan ini merupakan langkah penting bagi deary setelah beberapa tahun membangun identitas mereka melalui berbagai single dan EP.
Deary digawangi oleh Rebecca “Dottie” Cockram pada gitar dan vokal, Ben Easton di gitar, serta Harry Catchpole di drum. Formasi ini dikenal lewat pendekatan musik yang menggabungkan atmosfer melayang khas dream-pop dengan dinding suara shoegaze yang lembut dan emosional. “Seabird” memperlihatkan kecenderungan tersebut secara jelas, menghadirkan suasana luas dan reflektif yang terasa intim dan megah.
Ben Easton menjelaskan bahwa tema burung dalam lagu ini bukan hanya elemen visual atau metafora sederhana. Ia menyebut adanya rujukan langsung pada ikonografi religius, terutama perasaan kecil dan tidak berarti di hadapan dunia yang jauh lebih besar.
“Seabird” diposisikan seperti sebuah fabel, kisah tentang seseorang yang memohon pada seekor burung sambil bertanya kapan segalanya akan terasa lebih baik. Melalui lagu ini, deary berusaha menghadirkan kembali rasa keagungan tersebut. Bagi Easton, “Seabird” adalah pintu masuk yang tepat untuk memahami nuansa emosional ‘Birding’ secara keseluruhan.
Secara tematik, ‘Birding’ lahir dari masa yang sulit bagi Easton. Ia mengakui bahwa banyak materi album ditulis saat ia mengalami salah satu fase terburuk dalam hidupnya.
Jika EP sebelumnya, ‘Aurelia’, membahas tentang transisi dan penerimaan perubahan, ‘Birding’ justru terinspirasi oleh kesadaran akan keputusan-keputusan hidup yang terasa mengganggu dan penuh konsekuensi. Album ini lahir dari ruang yang terisolasi dan hampir putus asa, suasana yang bisa dirasakan di beberapa bagian lagunya.
Tapi ‘Birding’ tidak sepenuhnya terjebak dalam kegelapan. Di antara nuansa muram, ada momen-momen yang lebih reflektif, penuh penerimaan diri, dan cenderung meditatif. Beberapa bagian terasa lebih hangat dan memberi ruang untuk bernapas, seolah memberikan keseimbangan di tengah kegelisahan.
“Jika ‘Aurelia’ adalah usaha untuk menemukan bentuk sebagai deary, maka ‘Birding’ adalah saat di mana kami benar-benar menjadi diri kami sendiri,” ujar Easton menjelaskan.
Pada 2025 lalu, deary sempat merilis single “I Still Think About You” serta sebuah versi cover dari lagu klasik Sade, “No Ordinary Love”. Kedua rilisan tersebut turut memperlihatkan rentang emosional dan selera musikal mereka, yang kini terasa terkonsolidasi dalam ‘Birding’.
Dengan “Seabird” sebagai pembuka, deary semakin mempertegas langkah awal menuju album debut yang penuh perasaan dan kejujuran.

