New Tracks

“Di Pinggir Marjin”, Narasi Kelas Pekerja Dalam Perspektif The Brandals

Diterbitkan

pada

The Brandals

Setelah merilis “Jari Kasar” pada September 2025, The Brandals kembali mempersembahkan karya terbaru mereka lewat single berjudul “Di Pinggir Marjin”. Lagu ini menjadi rilisan kedua yang diambil dari album terbaru mereka yang dijadwalkan hadir pada pertengahan 2026.

Berbeda dari ekspektasi terhadap band rock yang dikenal dengan karakter agresif, “Di Pinggir Marjin” hadir dalam format balada. Namun perubahan pendekatan musikal ini tidak mengurangi intensitas pesan yang ingin disampaikan. The Brandals tetap mempertahankan identitas mereka sebagai band yang memiliki napas protes sosial, mengangkat cerita tentang kehidupan kelas pekerja di daerah perkotaan yang sering kali berada dalam posisi rentan.

Melalui lagu ini, mereka menggambarkan tekanan yang dihadapi oleh kelompok masyarakat tersebut, mulai dari kecemasan hingga rasa kecewa yang terus berulang. Situasi sosial dan politik yang tidak stabil juga memperburuk kondisi ini, menciptakan ruang di mana harapan terasa semakin sempit. Narasi ini disampaikan dengan sudut pandang yang dekat dengan realitas sehari-hari, tanpa berusaha menghaluskan situasi yang ada.

Band The Brandals

Lagu ini kami tulis berdasarkan pengamatan yang sangat dekat dengan kehidupan di kota. Banyak orang yang berjuang, tetapi suaranya sering kali tidak terdengar,” ujar Eka Rahyadi Annash. Ia menambahkan bahwa pendekatan balada dipilih untuk memberikan ruang lebih luas bagi cerita yang ingin disampaikan. “Kami ingin pendengar benar-benar merasakan emosinya, bukan hanya terpukul oleh energi musiknya.”

Dalam proses produksinya, The Brandals bekerja sama dengan Jonathan Mono, vokalis dari We Are Neurotic, yang juga berperan sebagai produser bersama Jonathan Pardede. Kolaborasi ini melibatkan drummer We Are Neurotic, Karel William, yang mengisi bagian drum dalam rekaman tersebut. Lagu ini direkam pada Oktober 2024, sebelum Ghani Noorputrawan resmi bergabung sebagai drummer baru The Brandals di akhir tahun yang sama.

Eksplorasi musikal dalam “Di Pinggir Marjin” juga diperkaya dengan kehadiran instrumen yang tidak biasa dalam konteks musik mereka. Lawrence Aswin dari proyek elektronik jazz SOVA turut menyumbangkan permainan toy piano, memberikan nuansa atmosfer yang kontras dengan tema berat yang diangkat.

Band The Brandals Jakarta

Bagi band yang telah berkarier hampir 25 tahun di skena independen, keputusan untuk merilis lagu dengan pendekatan balada bukanlah hal yang umum. Namun bagi The Brandals, eksplorasi semacam ini adalah bagian dari perjalanan mereka yang selalu berusaha mendorong batas.

Mereka tidak pernah benar-benar mengikuti pola industri atau menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar, melainkan terus mencari cara untuk memperluas kemungkinan dalam bermusik.

“Di Pinggir Marjin” menjadi gambaran awal dari arah yang tengah mereka siapkan untuk album berikutnya. Lagu ini tidak hanya memperlihatkan sisi lain dari pendekatan musikal The Brandals, tetapi juga menempatkan posisi mereka sebagai band yang konsisten menyuarakan realitas sosial melalui karya.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *