New Albums

DLDP Tutup Babak Lama Lewat EP ‘Rustic’, Buka Jalan Untuk Era Baru

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Dualima Duapuluh DLDP

Band blues-rock asal Yogyakarta, Dualima Duapuluh (DLDP), akhirnya membuka lemari arsip mereka. Setelah penantian panjang, mereka meluncurkan EP bertajuk “Rustic“, sebuah kompilasi berisi lima lagu yang sebelumnya tersimpan rapat dan belum pernah didengar oleh publik.

Selain sebagai hadiah untuk penggemar setia, rilisnya EP ini menandai penutupan resmi satu era kreatif, menjadi titik final sebelum DLDP menjejakkan kaki pada babak baru perjalanan musikal mereka yang dijanjikan akan berbeda.

Judul “Rustic”, yang secara harfiah berarti “sederhana” atau “kuno”, dipilih bukan tanpa alasan. EP ini merupakan kapsul waktu yang menyimpan warna asli DLDP sebelum visi mereka berevolusi.

Kelima lagu di dalamnya merekam jejak-jejak awal eksplorasi band dalam meramu bunyi, menulis lirik, dan menuangkan emosi, sebuah snapshot mentah dari masa pembentukan identitas yang kini terdengar jujur dan penuh nostalgia.

Band Dualima Duapuluh

Mendengarkan “Rustic” terasa seperti menemukan sketsa awal dari sebuah mahakarya, menawarkan kilasan ke masa ketika riff gitar berkarakter blues dan groove yang dalam menjadi fondasi utama mereka.

Kami percaya bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk merilis karya-karya ini sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan dan fase kreatif yang telah kami lalui,” kata DLDP dalam pernyataan resmi mereka. Mereka menekankan, “‘Rustic’ adalah penutup yang hangat sebelum kami memulai rebranding besar dalam genre dan gaya musik kami.”

Pernyataan ini semakin mengukuhkan posisi EP “Rustic” sebagai sebuah upacara peralihan. Ini adalah momen transisi krusial; setelah “Rustic”, DLDP akan mengubah arah sonik, konsep visual, dan pendekatan kreatif mereka secara keseluruhan menuju wilayah baru yang masih penuh misteri.

Meski perubahan besar mengintai, band ini berjanji bahwa identitas dan kejujuran musikal yang telah menjadi ciri khas mereka akan tetap menjadi fondasi yang dipertahankan.

Proses kreatif di balik lagu-lagu “Rustic” digarap oleh sang bassis, Ferdyawan Listanto. Proses rekaman berlangsung di dua studio berbeda: Watchtower Studio dengan supervisi Bable Sagala, dan Catpaws Lab Studio di bawah kendali Yoga Bhakti. Bhakti juga bertanggung jawab penuh atas proses mixing dan mastering, memastikan bahwa materi lama ini hadir dengan kualitas sonik yang baru namun tetap mempertahankan nuansa “karat” yang autentik.

Dualima Duapuluh Band

Sejak 11 Juli 2025, “Rustic” telah hadir di seluruh platform streaming musik digital, mengundang pendengar untuk menyusuri lorong waktu DLDP. Bagi penggemar lama, ini adalah kesempatan menghargai akar dan perjalanan band. Bagi pendengar baru, ini menjadi pengantar penting sebelum menyambut perubahan DLDP yang akan datang.

Berdiri sejak 2016, trio yang terdiri dari Alfian Kurnia Ramadhan (vokal & gitar), Ferdyawan Listanto (bass), dan Bayu Murti Agus Saputra (drum) ini dikenal dengan evolusi yang terus-menerus, dari blues murni hingga blues-rock yang dinamis

“Rustic” adalah jembatan antara masa lalu yang penuh emosi dan intensitas tinggi, dengan masa depan yang penuh kejutan. Pintu era lama telah tertutup rapat dengan rilisan ini; kini semua mata dan telinga tertuju pada lembaran baru apa yang akan dibuka DLDP selanjutnya.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *