New Tracks
Eleventwelfth Perluas Lanskap Sonik Di Single “to fathom the throes – ACT III : The End”
Selama lebih dari sepuluh tahun, eleventwelfth konsisten bergerak di garis depan skena alternative dengan pendekatan math rock yang emosional dan eksperimental di kawasan Asia Tenggara. Berasal dari Metropolitan Jakarta, mereka tumbuh dari lingkaran independen menjadi salah satu nama yang diperhitungkan dalam lanskap musik progresif regional.
Album penuh perdana mereka, ‘SIMILAR‘, yang dirilis pada tahun 2023, mendapatkan respons yang luas dari pendengar dan kritikus, sering disebut sebagai salah satu album terbaik tahun itu. Salah satu momen yang paling diingat adalah lagu “KALA” yang menampilkan Mario Camarena dari CHON, yang membawa eleventwelfth masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia 2023 untuk kategori Produksi Instrumental Terbaik.
Perjalanan mereka berlanjut dengan ‘DIFFERENT‘, sebuah proyek rework kolaboratif yang dirilis sebagai pasangan sekaligus antitesis dari ‘SIMILAR’.
Jika album sebelumnya menampilkan visi internal yang kuat, ‘DIFFERENT’ membuka ruang dialog dengan berbagai musisi dari berbagai spektrum, mulai dari Perunggu, Morgensoll, Littlefingers, Mardial, White Chorus, Matter Mos, Individual Distortion, In Inertia, Reruntuh, hingga Gulf of Meru, Enola, Murphy Radio, dan Namoy Budaya.
Reinterpretasi tersebut memperluas konteks musikal eleventwelfth tanpa kehilangan identitas dasarnya. Salah satu trek, “ka/la (Littlefingers ver.)”, kembali mengantar mereka ke panggung nominasi Anugerah Musik Indonesia 2025 untuk kategori Artis Alternative Jazz Terbaik, sekaligus menjadi titik penutup dari fase eksplorasi panjang yang mereka bangun sejak 2023.
Kini, eleventwelfth bersiap membuka proyek paling ambisius sepanjang karier mereka: album kedua yang dirancang dalam format naratif dan dibagi ke dalam dua bagian, ‘11’ dan ‘12’. Berbeda dari karya sebelumnya, kedua rilisan ini disusun sebagai pengalaman konseptual yang berjalan kronologis, mengikuti perjalanan seorang protagonis dari awal hingga akhir.
Bagian pertama, ‘11’, akan terdiri dari 11 lagu dan dijadwalkan rilis pada pertengahan 2026. Sementara ‘12’, yang berisi 12 lagu, direncanakan hadir di akhir tahun yang sama. Total 23 lagu ini dirancang sebagai satu kesatuan cerita utuh, dengan detail alur yang akan diungkap secara bertahap.
Arah baru ini mulai diperkenalkan melalui single “ascending faster than before – ACT I : The Beginning” pada Desember lalu, yang telah dikonfirmasi sebagai pembuka dari album ‘11’. Kini mereka melanjutkannya dengan single kedua, “to fathom the throes – ACT III : The End”, yang memberi gambaran lebih jauh tentang lanskap sonik yang sedang mereka bangun.
Di lagu terbaru ini, eleventwelfth menunjukkan pergeseran pendekatan yang semakin tegas. Fokus diarahkan pada eksplorasi sound design dan penggunaan elemen elektronik, sementara instrumen tradisional direduksi untuk memberi ruang pada eksperimen berbasis sample, synthesizer, dan drum machine.
Secara sonik, “to fathom the throes – ACT III : The End” menempatkan mereka di wilayah elektronik secara penuh, dengan inspirasi dari tekstur Glitch Pop, IDM, Indietronica, hingga Synthpop. Karakter “twinkly” yang dulu lekat dengan permainan gitar mereka kini digeser oleh struktur ritmis digital dan lapisan sintetis yang padat.
Meski masih menyisakan sentuhan gitar klasik, fondasi lagu ini bertumpu pada rhythm section terprogram yang membangun atmosfer artifisial dan intens. Vokal diproses dengan pendekatan eksperimental, termasuk lapisan autotune yang tebal serta register tinggi yang dimodifikasi, menciptakan kesan dingin dan ambisius. Hasilnya adalah komposisi yang terasa futuristik, tapi tetap menyimpan emosi khas eleventwelfth dalam bentuk yang berbeda.
Perilisan single ini disertai video lirik animasi yang disutradarai oleh Robonggo dan Ian Bahar. Visual tersebut memperkuat narasi besar album, menampilkan salah satu fase penting yang membawa cerita mendekati akhir. Sesuai tajuknya, “ACT III : The End” berfungsi sebagai pengantar menuju cliffhanger yang akan terungkap di trek-trek berikutnya. Video tersebut tayang perdana pada 19 Februari di kanal YouTube resmi mereka.
“To fathom the throes – ACT III : The End” tersedia secara global mulai 20 Februari 2026 di berbagai platform streaming digital melalui Angular//Momentum Records, melanjutkan kolaborasi eleventwelfth dengan label tersebut.
Dengan langkah ini, mereka tidak hanya memperluas spektrum musikal, tetapi juga mengambil risiko dengan bentuk penceritaan yang lebih kompleks dalam skena alternatif Indonesia.

