New Albums

EP Debut Dat Bunny, ‘Antidote’, Jadi Potret Ketidakseimbangan Hidup

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Dat Bunny

Dat Bunny, band pop punk asal Pamulang, akhirnya merilis EP perdana mereka yang diberi judul ‘Antidote‘. Berisi lima lagu, rilisan ini terasa seperti catatan harian kolektif yang lahir dari rasa resah, lelah, sekaligus upaya mencari keseimbangan di tengah hidup yang kerap terasa timpang.

Dat Bunny merilis EP ini secara independen, seolah menegaskan bahwa perjalanan mereka tumbuh bukan hanya tentang lantang berteriak, melainkan juga tentang keberanian menatap diri sendiri secara reflektif.

Di antara lima nomor yang hadir, “Aligned” berdiri sebagai titik fokus ‘Antidote’. Lagu ini berbicara tentang tekanan sosial yang kerap menghantui: dorongan untuk selaras dengan standar hidup tertentu, harus sukses di usia tertentu, menikah di waktu yang dianggap tepat, hingga mengejar hidup yang seimbang dengan ukuran orang lain.

Dengan musik pop punk penuh energi dan lirik yang blak-blakan, Dat Bunny mendorong pendengar untuk menerima kenyataan bahwa garis akhir tiap orang berbeda. Tidak ada kewajiban untuk sampai di tempat yang sama pada waktu yang sama, dan keberanian untuk menyadari itu sendiri bisa menjadi bentuk kemenangan kecil.

Band Dat Bunny

Selain lagu “Aligned”, ‘Antidote’ juga memuat empat lagu lain yang sama personalnya. Ada “Love My Cat,” sebuah ode tentang self-love yang lahir dari hubungan sederhana dengan kucing peliharaan, yang secara ringan menggambarkan bagaimana hal kecil bisa jadi penopang jiwa. “Monoton” menyuarakan kebosanan dari rutinitas dunia kerja, sesuatu yang begitu akrab bagi banyak orang muda di perkotaan.

Sementara “Hell (of a run)” menghadirkan kisah unik tentang titik balik seorang copet gigs, narasi yang terdengar nyeleneh, tapi justru segar karena berani menyinggung sisi gelap yang jarang disentuh band pop punk lokal. EP ini ditutup dengan “Burnout”, yang mengisahkan kelelahan mental akibat tekanan hidup, sebuah tema yang semakin relevan di tengah generasi yang kerap dituntut untuk selalu produktif.

Band pop punk Dat Bunny

Dat Bunny beranggotakan Mazaya Ardelle pada vokal dan gitar, M. Alfath Akbar di gitar utama, Vici Feraldi Gunawan pada bass, serta Nadhir Prihadi Djunanda di drum. Sejak berdiri pada 2021, mereka mulai dikenal lewat dua single awal: “Lucky One” yang dirilis pada 2022 dan “Pacar Orang” di tahun berikutnya.

Dua lagu tersebut sempat memperlihatkan wajah Dat Bunny sebagai band pop punk yang enerjik dan penuh semangat muda. Namun di ‘Antidote’, band ini terdengar lebih matang, memperlihatkan permainan yang solid tanpa terjebak pada ego masing-masing personel. Energi khas pop punk tetap terjaga, tapi kali ini dengan kedalaman yang lebih terasa.

Sebagai rilisan perdana, ‘Antidote’ bukan hanya menjadi langkah penting dalam perjalanan Dat Bunny, tapi juga memperlihatkan bagaimana band ini mampu menjembatani teriakan lantang dengan refleksi personal.

Mereka tidak hanya menyalurkan energi pop punk yang penuh semangat, tetapi juga membingkainya dengan cerita-cerita sehari-hari yang dekat dengan realitas pendengar. Dengan begitu, ‘Antidote’ terasa relevan sekaligus jujur, menempatkan Dat Bunny sebagai salah satu band muda yang layak diperhatikan di skena pop punk lokal.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *