New Albums

Falaci Dan Sketsa Suara Yang Tumbuh Dari Eksperimen Di ‘prototype (Demo)’

Profile photo ofstreamous

Diterbitkan

pada

Falaci

Falaci, trio asal Bogor, resmi memperkenalkan diri ke dunia musik lewat rilisan perdana mereka, ‘prototype (demo)’, sebuah EP berisi empat lagu yang menjadi fondasi awal identitas musikal mereka.

Band yang terdiri dari M. Naufal Dzaky (vokal/synth), Arafat Zawaid (bass), dan Alfian Prasetyo (gitar) ini memadukan dua dunia yang jarang bersinggungan secara halus: electronic groove dan alternative rock. Hasilnya adalah bunyi yang terasa eksperimental, namun tetap menyisakan ruang untuk melodi dan ritme yang menggugah selera.

Ketiganya bukan nama baru di skena musik independen. Mereka juga aktif dalam beberapa proyek lain seperti Rrag, Texpack, dan Det-Plag Lust,  sesuatu yang menjelaskan mengapa ‘prototype (demo)’ terdengar matang meskipun berstatus debut.

Bagi Falaci, proyek ini bukan hanya ajang perkenalan, tapi juga eksperimen terbuka tentang arah yang ingin mereka tempuh. “Musik bagi kami bukan tujuan, tapi proses yang terus berjalan,” ungkap mereka dalam pernyataan singkat.

EP ini terdiri dari empat trek dengan judul sederhana dan penuh tanda tanya: “prototype 1”, “prototype 2”, “prototype 3”, dan “prototype 4”. Hanya satu lagu yang dirilis penuh di layanan streaming digital, sementara tiga lainnya muncul sebagai cuplikan di platform tersebut.

Band Falaci

Pendengar yang ingin menikmati versi lengkapnya bisa menemukannya di Bandcamp atau lewat rilisan fisik ‘prototype (demo)’, keputusan yang terasa seperti pernyataan artistik: Falaci ingin pendengar benar-benar meluangkan waktu untuk menyelami karya mereka secara utuh.

Secara sonik, ‘prototype (demo)’ menampilkan kombinasi bass yang groove, tekstur synth yang berlapis, dan gitar yang bergerak dinamis. Ada atmosfer elektronik yang menari di antara nada-nada gelap, sementara ritme bass dan drum menahan dasar agar tetap berdenyut.

Musik Falaci tidak berusaha untuk memanjakan telinga dengan harmoni yang mudah, tapi lebih mengajak pendengar berpikir, mengikuti gelombang bunyi yang kadang melankolis, kadang mekanis.

Mendengarkan ‘prototype (demo)’ terasa seperti menyaksikan peta suara yang masih berkembang, belum selesai, tapi penuh potensi. Ada kegelisahan khas band muda yang ingin keluar dari pakem, namun tetap menghormati struktur musik yang mereka sukai. Dari cara Falaci merangkai irama hingga memanfaatkan ruang hening, semuanya tampak diarahkan untuk menemukan bahasa sendiri.

Kini Falaci tengah mempersiapkan album debut penuh yang dijadwalkan rilis pada 2026. Jika ‘prototype (demo)’ adalah langkah pertama mereka, maka apa pun yang datang berikutnya layak ditunggu. Karena di balik pendekatan eksperimental dan kesederhanaannya, Falaci menunjukkan bahwa pencarian bisa jadi bentuk kejujuran paling menarik dalam musik.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *