New Tracks

Fish Tank Radio Angkat Tema Adiksi Dan Tekanan Generasi Di “Gudank Djarum”

Profile photo ofamelia

Diterbitkan

pada

Fish Tank Radio

Band virtual asal Jakarta, Fish Tank Radio, resmi mengumumkan perilisan maxi single terbaru mereka bertajuk “Gudank Djarum”. Proyek ini hadir sebagai karya yang tidak hanya berfokus pada musik, tetapi juga merangkai elemen visual dan narasi dalam satu identitas digital yang terhubung.

Melalui rilisan ini, Fish Tank Radio mencoba menghadirkan pengalaman yang terasa seperti dunia kecil dengan karakter, cerita, dan estetika yang berkembang secara bersamaan.

Fish Tank Radio pertama kali muncul pada Desember 2025 dari ruang sederhana berukuran 4×4 meter di sebuah kamar kost di Jakarta.

Dari ruang terbatas ini, lahirlah konsep band virtual yang diisi oleh dua karakter fiktif, Ay4 yang mengisi bass dan vokal, serta r00di yang berperan sebagai gitaris dan komposer utama. Keduanya membangun identitas proyek ini dengan pendekatan yang terasa spontan, menggabungkan musik elektronik yang liar dengan semangat DIY yang kuat.

Virtual Band Fish Tank Radio

Maxi single “Gudank Djarum” berisi dua lagu yang mencoba menangkap momen-momen kacau yang sering muncul dari keputusan impulsif dalam kehidupan sehari-hari. Situasi yang pada saat terjadi terasa dramatis, tetapi kemudian tampak canggung ketika dikenang kembali. Dua lagu yang mengisi rilisan ini adalah “Korek Api” dan “Supermarket”, masing-masing menghadirkan sudut cerita yang berbeda tapi masih berada dalam semesta naratif yang sama.

Korek Api” memotret kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele tetapi perlahan berubah menjadi ritual yang sulit dilepaskan. Lagu ini mengangkat refleksi satir mengenai kecanduan nikotin, bagaimana sebuah tindakan sederhana dapat berkembang menjadi pola yang terus berulang tanpa disadari. Dengan pendekatan lirik yang santai dan jenaka, lagu ini tetap menyimpan nada reflektif mengenai kebiasaan yang merusak diri sendiri.

Sementara itu, “Supermarket” bergerak ke arah cerita yang lebih impulsif. Lagu ini mengikuti narasi tentang pencurian kecil, keputusan yang diambil secara tiba-tiba, serta sensasi adrenalin yang muncul saat seseorang berusaha menghindari konsekuensi dari tindakannya. Cerita ini dikemas dalam komposisi yang terasa santai, tetapi menyimpan ketegangan dramatis di balik alurnya.

Dari sisi musikal, kedua lagu ini memiliki energi yang nyaris tidak memberi ruang jeda. Ritme elektronik yang cepat berpadu dengan riff gitar yang tajam dan gelisah, menciptakan lanskap suara yang sangat intens. Pendekatan ini menggabungkan pengaruh hyperpop dan glitchcore dengan dorongan energi punk yang mentah. Di tengah aransemen yang penuh distorsi, melodi yang ringan tetap muncul dan memberi kontras yang menarik.

Fish Tank Radio Band Jakarta

Vokal yang terdengar ringan dan playful memberi warna yang berbeda di tengah aransemen yang agresif. Kontras ini menciptakan suasana yang terasa eksplosif tapi tetap memiliki sisi reflektif. Lagu-lagu ini menyentuh tema yang dekat dengan pengalaman banyak orang, mulai dari kebiasaan merusak diri, kecemasan akibat pengangguran, hingga tekanan ekspektasi sosial yang sering dihadapi oleh generasi muda.

Fish Tank Radio juga tidak membatasi diri pada satu genre tertentu. Proyek ini bergerak bebas di antara elektronik, punk, dan indie rock dengan proses kreatif yang berlangsung secara intuitif. Seluruh aspek proyek ini dikerjakan secara mandiri, mulai dari ilustrasi gambar tangan, komik sederhana, iklan produk fiktif, hingga visual animasi yang dibuat oleh band itu sendiri.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi respons terhadap maraknya penggunaan kecerdasan buatan dalam proses kreatif. Bagi Fish Tank Radio, menjaga sentuhan manual dalam karya visual dan narasi adalah bagian dari identitas yang mereka bangun sejak awal.

Menurut mereka, “Gudank Djarum” berasal dari pengalaman melakukan kesalahan dan terjebak dalam situasi yang kacau, lalu mencoba menertawakannya sebelum semuanya menjadi terlalu serius. Perasaan ini muncul dalam bentuk cerita yang dramatis, sedikit berantakan, tetapi juga penuh kesadaran diri.

Sebagai band virtual, Fish Tank Radio terus mengembangkan semesta naratifnya melalui berbagai medium, seperti komik strip, video pendek, dan konten media sosial. Melalui pendekatan tersebut, proyek ini berusaha menghadirkan musik bukan hanya sebagai rilisan audio, tetapi juga sebagai bagian dari dunia cerita yang terus berkembang.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *