International
Flat Party Kembali Dengan Narasi Kelam Dan Sound Art-Rock Yang Lebih Kasar
Unit art-rock asal London, Flat Party, kembali muncul dengan gebrakan baru lewat perilisan double A-side “C4mGrrl” dan “Mother’s Boy”. Ini menjadi rilis pertama mereka sejak dua EP yang sempat menuai pujian pada 2024, ‘It’s All Been Done Before’ dan EP ‘self-titled’ yang ikut memperkuat posisi mereka sebagai salah satu nama paling nyentrik di lingkaran art-rock Inggris.
Kembalinya Flat Party kali ini terasa lebih lugas dan eksperimental, memberi sinyal bahwa mereka sedang memasuki fase kreatif yang berbeda dari sebelumnya.
“C4mGrrl” muncul sebagai fokus utama, sebuah nomor yang mengulik persimpangan intimasi digital, identitas daring yang menyimpang, dan zona abu-abu antara fantasi dan kenyataan. Jack Lawther, sang vokalis, menulis lagu ini sebagai cerita tentang seorang laki-laki yang larut dalam hubungan emosional dengan seorang cam girl.
Lagu ini bukan mengangkat tema fiksi, tetapi cerminan dari persoalan konsumsi konten dewasa dan dampaknya yang sering luput diperbincangkan. Lawther menyebut bahwa gagasan awal lagu ini bahkan sempat mengarah pada ide album konsep tentang figur-figur lelaki yang bermasalah.
Secara musikal, “C4mGrrl” tumbuh dari motif synth berdengung yang menyerupai sirene, membawa pendengarnya ke suasana remang yang terasa seperti terpancar dari layar komputer di tengah malam. Versenya bergerak dalam nuansa gelap kebiruan, sementara chorus-nya muncul dengan tajam.
Di bagian bridge, muncul kontribusi vokal Taylor Pollock dari Djank, yang juga tampil di video musiknya yang bernuansa sureal. Kolaborasi tersebut ikut mempertebal atmosfer ganjil dan tegang yang ingin ditekankan Flat Party dalam rilisan ini.
Lawther menjelaskan bahwa cerita yang ia bangun di lagu tersebut bersumber dari keinginan membicarakan sisi-sisi gelap konsumsi pornografi dan hubungan virtual yang bisa merusak keintiman di dunia nyata. Isu tersebut jarang disentuh dalam karya musik pop atau rock arus utama, dan bagi Flat Party, eksplorasi tema semacam itu membuka ruang baru dalam pendekatan kreatif mereka.
Materi terbaru ini juga memperlihatkan eksplorasi sonik yang lebih kasar dan terbuka dibanding rilisan mereka sebelumnya. Flat Party mengakui terinspirasi dari pendekatan sonik Tyler, The Creator dalam “IGOR’S THEME” serta energi liar dalam “Red Mile” milik Crack Cloud. Meski eksperimen tersebut terdengar lebih mentah, mereka tetap membawa karakter art-rock yang teatrikal dan terdistorsi, ciri yang selama ini melekat pada band tersebut.
Lawther menyebut bahwa “C4mGrrl” dan lagu pendampingnya, “Mother’s Boy”, muncul sebagai semacam percabangan dari arah musik yang tengah mereka susun. Ia mengakui perubahan ini mungkin akan membingungkan sebagian pendengar yang sudah mengikuti pola musik mereka sebelumnya.
Namun bagi Flat Party, justru kegelisahan dan rasa penasaran itu yang mendorong mereka melangkah lebih jauh. Mereka ingin bergerak ke wilayah yang terasa lebih berani, lebih jujur, dan lebih spontan.
Dengan langkah baru ini, Flat Party terlihat sedang menyiapkan rencana selanjutnya dalam perjalanan kreatif mereka. Tanpa banyak bicara, rilisan double A-side ini menunjukkan bahwa band tersebut tak takut melangkah keluar dari pola lama, sambil tetap mempertahankan identitas yang membuat mereka menonjol di kancah art-rock London.

