New Tracks
FUFU CLAN Hadirkan Anthem Jalanan Jakarta Di Single Baru “Lantas”
Sudah hampir genap setahun FUFU CLAN hadir di kancah musik independen Indonesia. Trio punk elektronik asal Jakarta yang dihuni Hara (bass), Elsha (vokal, keyboard), dan Faiz (drum) ini muncul dengan karakter musik yang segar, penuh eksperimentasi, dan dikemas dengan konsep unik.
Sejak awal, mereka memposisikan diri sebagai unit yang tak sekadar menulis lagu, tetapi juga membangun identitas audio-visual yang kuat. Nama FUFU CLAN sendiri terinspirasi dari makanan fufu, dan hal itu mereka terjemahkan ke dalam konsep musik yang terasa seperti potongan iklan televisi, singkat, catchy, dan sulit dilewatkan begitu saja.
Setelah sebelumnya merilis “KRL” bersama Christo Julivan, FUFU CLAN kembali melanjutkan proyek bertema transportasi umum dengan single terbaru mereka yang berjudul “Lantas”. Sesuai judulnya, lagu ini terinspirasi dari lalu lintas Jakarta yang tidak pernah berhenti menebarkan hiruk pikuk.
Namun di balik semrawut jalanan ibu kota, Elsha menegaskan bahwa “Lantas” bukan hanya potret kemacetan, melainkan juga refleksi nostalgia atas perjalanan hidup yang dirasakannya sejak masa sekolah, kuliah, hingga kini menjadi musisi. Perasaan gugup, penuh antisipasi, hingga kehangatan aneh yang muncul setiap kali menunggu perjalanan dengan ojek di tengah panas dan macet, menjadi inti cerita yang dituangkan dalam lirik.
Hara, yang pertama kali datang dengan ide musiknya, justru mendapat inspirasi dari hal yang tidak terduga: film remaja “Camp Rock”. Bagi sebagian orang, tontonan itu mungkin terkesan ringan, tapi bagi Hara ada kesan campy yang justru membuatnya memikat.
Dari sanalah ia menyadari betapa produksi musik bisa menghadirkan nuansa nostalgia tanpa harus terasa rumit. Sentuhan itu kemudian menjadi benang merah bagi “Lantas”, menghubungkan pengalaman personal dengan musik yang mengundang kenangan bersama.
Faiz, sang drummer sekaligus produser, menambahkan lapisan berbeda dalam proses kreatif ini. Ia ingin menjadikan “Lantas” lebih dari sekadar lagu tentang macet. Bagi Faiz, tema kemacetan justru identik dengan keramaian, dan keramaian itu mereka bawa ke studio dengan menghadirkan sesi sahut-sahutan bersama teman-teman komunitas mereka sendiri.
Nama-nama seperti Raga, Sharon, Sarah, hingga Elis turut ambil bagian, memberi warna paduan suara yang membuat lagu ini terdengar seperti anthem kecil untuk semua orang yang akrab dengan chaos jalanan Jakarta.
Keunikan FUFU CLAN terletak pada cara mereka mengolah gagasan sederhana menjadi karya dengan konsep menyeluruh. Mereka kerap melangkah di luar pakem, entah lewat aransemen, tema, atau strategi promosi yang dikemas dengan cara berbeda.
Hasilnya, mereka selalu berhasil mencuri perhatian dengan pendekatan baru yang jarang ditempuh musisi lain di skena lokal. “Lantas” menjadi bukti konsistensi itu: sederhana dalam premis, tetapi kaya dalam eksekusi.
Single ini resmi dirilis pada 12 September 2025, tak lama setelah mereka tampil di panggung PESTAPORA 2025, yang menjadi tajuk besar pertama FUFU CLAN. Momentum ini semakin menegaskan posisi mereka sebagai band yang serius membangun langkah, bukan hanya sekadar proyek jangka pendek.
Selain menjadi kelanjutan proyek “transportasi umum”, “Lantas” sekaligus menjadi tanda bahwa FUFU CLAN tengah bersiap membuka dunia baru. Mereka mengonfirmasi bahwa setelah dua single ini, fokus mereka akan bergeser ke pengerjaan album debut yang dijadwalkan rampung di penghujung 2025.
Dengan segala warna, inspirasi, dan kejutan yang sudah mereka tunjukkan sejauh ini, album tersebut tampaknya akan menjadi salah satu rilisan yang patut ditunggu dari skena alternatif Indonesia.
FUFU CLAN, lewat “Lantas”, kembali membuktikan bahwa musik bisa lahir dari hal paling sehari-hari: kemacetan, perjalanan, dan nostalgia kecil yang dirasakan banyak orang. Bedanya, mereka mengolahnya menjadi sesuatu yang tak hanya bisa didengar, tapi juga bisa dirasakan, seperti potongan iklan yang terus terngiang lama setelah layar mati.

